☄️ Korea Utara Mengembangkan Paham
Dalampertahanan nasional, Korea Utara mengembangkan Tentara Rakyat Korea secara signifikan dan, dengan dukungan dari ideologi Songun, menjadi salah satu militer terkuat di dunia, juga menjadi negara yang mampu mengembangkan kekuatan nuklirnya sendiri.
Mengulas kembali pasca perang dunia kedua yang memuncakkan kembali persaingan yang terjadi antara Korea Utara dan Korea Selatan yang telah terpecah karena kekaisaran Jepang yang menguasai Semenajung Korea. Perpecahan ini dan berdirinya kedua negara merupakan dampak ataupun jalan yang harus ditempuh atas ketidaksepakatan di antara kedua negara. Seperti yang diketahui bahwa Korea Utara merupakan negara komunis yang didukung oleh negara Cina dan persatuan Uni Soviet, sementara itu Korea Selatan negara yang menjunjung model negara yang demokratis dan didukung penuh oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Bertahun-tahun berlalu pasca perang korea yang juga menewaskan sekitar lebih dari jiwa tentara Amerika Serikat, negara tersebut tetap mempertahankan prajuritnya sekitar orang di kawasan Korea Selatan untuk mengantisipasi serangan tiba-tiba yang akan dilakukan oleh Korea Utara. Dibalik hal itu, Amerika Serikat dan Korea Selatan menginginkan kawasan yang aman dan penuh kebebasan dibawah naungan Korea Bersatu. Bersatunya Korea Utara dan Korea Selatan seperti yang dicita-citakan oleh Amerika Serikat tentu saja bukan perkara yang akan bergitu saja diterima oleh Korea Utara. Korea Utara sendiri merupakan kawasan yang cukup seksi oleh negara Amerika Serikat mengingat letak geografis Korea Utara yang sangat strategis untuk melakukan aliansi, selain itu letak geografis Korea Utara juga berperan dalam kepentingan ekonomi Amerika Serikat. Perang Korea Dalam ilmu hubungan internasional, kita akrab dengan perang-perang besar yang melibatkan beberapa negara adidaya di dunia. Kita mengenal Perang Dunia I, Perang Dunia II dan juga Perang Dingin. Perang tersebut telah meninggalkan berbagai luka mendalam bagi wilayah serta negara-negara yang ikut serta didalamnya. Bahkan perang juga telah memisahkan sebuah kawasan menjadi dua bagian seperti Vietnam yang terpecah menjadi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan, Jerman yang terbelah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, serta Semenanjung Korea yang terpecah menjadi Korea Selatan dan Korea Utara. Hal ini merupakan salah satu dampak yang ditimbulkan atas terjadinya Perang Dingin. Perang Dingin Cold War yang terjadi setelah perang dunia kedua berakhir, memunculkan dua kubu dalam dunia internasional yaitu Blok Barat yang dikomandoi oleh Amerika Sertikat dan Blok Timur yang di komandoi oleh Uni Soviet. Daratan Korea merupakan salah satu kawasan jajahan Jepang. Tertulis dalam perjanjian Yalta pada tahun 1945 bahwa Uni Soviet akan mengumumkan perang kepada Jepang setelah perang di Daratan Eropa Setelah perang di Eropa selesai, Uni Soviet mengumumkan perang dan menyerang Jepang melalui Semanjung Korea. Tertulis dalam Perjanjian Potdam pada 26 Juli 1945 bahwa Korea akan dimerdekakan. Setelah berperang selama kurang lebih enam hari, Uni Soviet memenangkan perang tersebut. Pada tanggal 14 Agustus, Jepang mengakui kekalahannya pada sekutu dengan ketentuan pasukan Jepang yang berada di sebelah utara garis 38°lintang Utara menyerah kepada Uni Soviet, sedangkan pasukan jepang yang berada di sebelah selatan garis batas 38°Lintang Selatan menyerah kepada Amerika Serikat. Ketetapan ini lah yang dikemudian hari menjadi garis batas demarkasi antara Korea Selatan dan Korea Utara. Dalam buku yang dikarang oleh Leo Agung menjelaskan beberapa alasan pecahnya perang di kawasan semenanjung korea antara lain ialah; karena perbedaan ideologi yang mempengaruhi kedua wilayah. Kawasan Korea Utara yang dipengaruhi oleh Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet, Sedangkan Kawasan Korea Selatan dipengaruhi oleh Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Yang mana kedua blok tersebut, Blok Timur dan Blok Barat memiliki paham yang berbeda, Amerika Serikat dan Blok Barat mengembangkan paham Liberal Kapitalisme, sedangkan Uni Soviet dan Blok Timurnya mengembangkan paham Sosialis Komunisnya. Kedua paham tersebut tentu sangat berbeda antara satu sama lain. 53 Alasan kedua yakni tidak ada kesepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk membentuk Korea merdeka. Oleh karena itu diadakan konfrensi para menteri luar negeri di Moscow sebagai tindak lanjut dari Deklarasi Posdam. Dalam konfrensi tersebut dicapai kesepakatan antara Amerika Serikat, Uni Soviet dan juga Inggris untuk membentuk suatu pemerintah Korea yang Pemerintahan yang dimaksud merupakan suatu pemerintahan perwakilan internasional termasuk didalamnya pasukan Amerika Serikat dan juga Uni Soviet yang akan berlangsung selama lima tahun, istilah ini disebut juga sebagai joint commission. Tetapi pelaksanaan dari pemerintah keterwakilan tidak bisa dilaksanakan karena tidak ada kesepakatan dari Amerika Serikat dan Uni Soviet. Sehingga permasalahan ini dibawa ke Sidang Umum PBB. Pada 14 November 1947, sidang tersebut memutuskan untuk membentuk “United Nations Temporary Commission on Korea” atau sebuah komisi sementara dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Korea. Dalam sidang tersebut menyarankan dalam waktu yang ditentukan harus diadakan Pemilihan Umum di Korea untuk memilih wakil-wakil rakyat Korea. Tugas komisi sementara tersebut di antaranya ialah mengadakan pengawasan atas keberlangsungan pemilihan umum di Korea dan mengadakan pembicaraan dengan para wakil rakyat hasil dari pemilihan umum untuk merundingkan masalah kemerdekaan Setelah wakil rakyat korea dipilih, maka 54 Sri Suko, Alchtisar Sedjarah Perang Korea Jakarta Departen Pertahanan- Keamanan1971 dalam Leo Agung, Sejarah Asia Timur 2. Yogyakarta Penerbit Ombak 2012 132-134 55 akan direncanakan untuk membentuk dewan nasional dan mendirikan pemerintahan Korea Utara. Setelah hal itu terlaksana maka tentara akan ditarik mundur, tetapi pihak Uni Soviet mengharapkan tentara ditarik mundur terlebih dahulu baru pemerintahan Korea akan dibentuk. Ketidaksepakatan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menjadikan kawasan Semenajung Korea sebagai ajang percaturan politik sehingga kedua pihak membentuk pemerintahan sendiri-sendiri. Pada 15 Agustus 1948, Amerika Serikat membentuk Republik Korea dengan Seoul sebagai ibu kotanya. Sementara itu Uni Soviet mendirikan Republik Demokrasi Rakyat Korea yang sekarang dikenal dengan Korea Utara pada 9 September 1948. Syngmna Rhee menjadi presiden pertama Republik Korea atau Korea Selatan, sedangkan Korea Utara dipimpin oleh Kim Il Sung. Dalam sidang PBB, hanya Korea Selatan yang diakui sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah. Keputusan yang diberikan oleh PBB ini menyulut amarah Korea Utara sebab merasa haknya tidak diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa serta semakin membenci Amerika Serikat yang menjadi bagian dari hal tersebut. 56 Atas ketidakpuasan yang dirasakan oleh Korea Utara, serta dukungan dari Uni Soviet membuat Korea Utara melakukan berbagai cara untuk mempertahankan negaranya. Hingga pada akhirnya Korea Utara memilih jalur perperangan. Pada tanggal 25 Juni 1950 Korea Utara melakukan serangan dadakan ke Korea Selatan. Perang ini mengejutkan Korea Selatan, sehingga Korea Selatan mengalami kekalahan. Kekalahan yang diterima Korea Selatan berupa pengambil alih kota-kota penting seperti Chuchon, Ongjin, dan juga Kaesong. Setelah perang terjadi selama tiga hari, tepat pada tanggal 28 Juni 195057, pasukan Korea Utara mampu menduduki Ibu Kota Korea Selatan, Seoul. Dalam kurun waktu sekitar empat hari,pasukan Korea Utara mampu menguasai sebesar 50-80 mil² yang mana kawasan tersebut meliputi dua belas kota dan lima ribu desa. Penyerangan yang terus menerus dilakukan oleh Korea Utara mengharuskan Presiden Korea Selatan Syngman Rhee, serta staff pemerintahannya untuk beranjak dari Seoul dan pindah ke kawasan Taejon. Mengetahui kabar mengenai serangan yang dilakukan oleh Korea Utara terhadap Korea Selatan, menyulut Amerika Serikat untuk turut serta sebab di balik serangan yang dilakukan oleh Korea Utara ada Uni Soviet. Memperhitungkan kemampuan Korea Utara dan keinginan membendung menyebarnya paham komunis di kawasan Asia, Amerika Serikat ikut serta membantu Korea Selatan. Langkah awal Amerika Serikat ialah mengusulkan pada Dewan Keamanan PBB untuk membahas mengenai semenanjung Korea. Usulan tersebut diterima dan dilakukan sidang, sehingga mendapatkan sebuah resolusi di antaranya; a. Mendesak Korea Utara untuk menghentikan perang serta menarik mundur pasukannya hingga batas 38°lintang utara. b. memberikan sanksi kepada Korea Utara apabila desakan yang diberikan tidak dilaksanakan, serta PBB dan anggotanya akan membantu Korea Selatan. Amerika Serikat mulai membantu Korea Selatan atas perintah dari Presiden Truman dengan mengerahkan Angkatan Udara dan Angkatan Laut. Yang menjadi konsentrasi ialah semenanjung diseberang pulau Jepang. Pihak pemerintah Cina di Taiwan diminta untuk menghentikan operasinya di daratan Cina, baik aktifitas laut maupun udara. Meningkatkan bantuan-bantuan militer kepada pemerintah Filipina dan Angkatan Perang Prancis di Indocina ditingkatkan. Serta menggunakan pasukan Amerika Serikat yang berada di Timur, untuk memblokade seluruh Pantai Korea. Strategi perang dari Presiden Truman terhitung cukup baik, dengan ini pihak Korea Selatan telah membuat bendungan yang cukup kuat disebelah barat yakni Laut Kuning, sebelah selatan yakni Laut Cina, Sebelah Timur yakni Laut Jepang. Strategi ini cukup untuk menghindari kemungkinan meluasnya Perang Korea. Meski strategi yang dilakukan oleh pihak Korea Selatan sudah cukup baik, hingga Agustus 1950 pihak Korea Utara masih tetep Keunggulan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya Korea Utara dan Uni Soviet mampu membuat rakyat Korea Selatan bersimpati sebab Kim Il Sung berjanji untuk menyatukan Korea dan memperbaiki nasib rakyat Korea. Hal ini membuat Korea Selatan berada dalam dilemma untuk menentukan langkah kedepan antara kebenaran yang dibawa oleh Korea Utara dan Uni Soviet atau yang dibawa oleh Amerika Serikat. Logistik yang dimiliki oleh pihak Korea Utara terpencar, sehingga sulit untuk dihancurkan dan mampu bertahan lebih lama. Serta penyusupan dan penyamaran yang dimiliki oleh Korea Utara sangat rapi sehingga mampu melemahkan pihak selatan. Pihak Korea Selatan terus mengalami kekalahan selama tiga bulan perperangan, terhitung dari bulan Juni, Juli hingga Agustus. Untuk mengurangi kekalahan, pihak selatan menggunakan strategi baru yang dikenal sebagai pertahanan PBB. Strategi ini dimaksudkan supaya pasukan Korea Selatan dan Pasukan PBB tidak bisa didesak lagi oleh pasukan yang berasal dari Korea Utara dan sekutunya Korea Utara. Pusat pertahanan ini berada di Pusan, dikenal pula dengan istilah ‗Pusat Parameter. Selain Pusan, kawasan penting yang dijadikan pertahanan ialah kawasan Taegu. Strategi ini mulai memberikan dampak positif pada pasukan Selatan, yang mana pada bulan September 1950 kondisi lapangan mulai dikuasai oleh pihak Selatan. Pada tanggal 26 september 1950, Ibu kota Korea Selatan, Seoul berhasil diambil alih pihak Selatan. Rencana perebutan ini disusun oleh Jendral MacArthur melalui pelabuhan Incheon. Keberhasilan pihak Selatan mengambil alih kawasan Seoul, menjadi penyemangat pasukan Selatan. Bahkan pihak Selatan mampu mengambil alih kawasan lebih daribatas 38° Lintang Utara. Dengan pengambil alihan kawasan oleh Korea Selatan yang melewati batas ketetapan kedua negara maka dengan hal ini pihak Utara mengalami kekalahan. Kekalahan Korea Utara juga berarti kekalahan pihak Uni Soviet. Sebagai sekutu dari Uni Soviet, RRC tidak bisa tingga diam. Pada 1 Oktober 1950, Perdana Menteri Republik Rakyat Cina menyatakan bahwa rakyat RRC tidak akan membiarkan operasi yang dilakukan oleh pasukan asing oleh sebabnya RRC sebagai tetangga membantu Korea Utara untuk menuntaskan serangan imperialis. Bantuan yang berasal dari RRC cukup besar, sehingga mengembalikan kemenangan kembali pada pihak Korea Utara. Pihak Utara Mampu memukul mundur pasukan Selatan dan juga PBB keluar dari kawasan Pyongyang. Perang yang melibatkan Korea Utara yang dibantu oleh Uni Soviet dan RRC melawan Korea Selatan yang dibantu oleh Amerika Serikat dan 15 negara anggota PBB Inggris, Prancis, Swedia, Belanda, Beligia, Kanada, Turki, Yunani, Afrika Selatan, Thailand, India, Flipiina, Australia dan Selandia Baru tidak juga menemukan titik terang. Oleh karenanya pihak yang bersengketa tersebut mengajukan perundingan untuk menghentikan jalannya perang. Upaya Mengakhiri Perang Saudara Perang yang terjadi di antara Korea Utara dan Korea Selatan yang melibatkan berbagai negara lain sebagai sekutu didaratan Korea telah menghabisi ribuan nyawa dari kedua kubu. Jatuhnya banyak korban serta kerugian yang tak terhingga, mengharuskan kedua sisi untuk mencari cara untuk mengakhiri perang ini. Pada 1 Jul 1951, Sekertaris Jendral PBB yang jabat oleh Trygve Lie menyatakan bahwa pasukan pihak utara telah kembali pada posisi semula yakni garis parallel 38° Lintang Utara. Hal ini dijadikan momentum yang tepat untuk melakukan perundingan, dan usulan runding yang ditawarkan oleh PBB diterina oleh pihak Uni Soviet. 1. Perundingan Kaesong Perundingan pertama antara Korea Selatan dan Korea Utara dilaukan di kawasan Kaesong. Kaesong dipilih sebagai tempat perundingan dengan pertimbangan terletak 20 mil dari garis pertahanan Korea Utara, sedangkan bagi pihak Selatan dapat memberikan kesan bahwa pihaknya bersedia melakukan perundingan. Perundingan ini dihadiri oleh Kolonel Udara Andrew J Kinney dan Kolonel KKO James C. Murry sebagai perwakilan dari pihak PBB, sementara pihak Selatan diwakilkan oleh Letkol Lee Soo Yung, dan Kolonel Chang Chun Sen sebagai perwakilan dari pihak Utara. Perundingan ini menghasilkan tiga poin kesepakatan diantaranya; Penerimaan agenda perundingan, Penentuan garus demokrasi militer antara kedua belah pihak untuk membentuk daerah bebas militer sebagai prasyarat untuk menghetikan perundingan, dan Usul kepada pemerintah-pemerintah yang bersangkutan untuk menyelesaikan masalah Korea dalam tahap-tahap berikutnya. Sayangnya, perundingan Kaesong hanya bertahan selama tiga bulan. Perundingan ini mengalami kegagalan atas sebab kedua belah pihak baik Selatan maupun Utara tidak bisa menghormati bahkan saling menuduh. Ada pula kegagalan dirasa karena dalam kesepakatan yang dibuat belum ada ketentuan mengenai garis demarkasi. 2. Perundingan Panmunyoem dan Kesepakatan Gencatan Senjata Sebelumnya kesepakatan yang dilakukan di Kaesong belum memberikan warna baru dalam hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pada perundingan ini garis demakasi dijadikan fokus kesepakatan. Mayjen Lee, sebagai perwakilan dari pihak utara mengusulkan garis demarkasi selebar 2 mil. Melalui berbagai pertimbangan dan perundingan maka garis demarkasi yang diusulkan diterima oleh pihak Korea Selatan. Setelah ditemukan kesepakatan mengenai batas kedua wilayah, kesepakatan selanjutnya berfokus pada kesepakatan gencatan senjata. Tepat pada tanggal 27 Juli 1953, gencatan senjata resmi diberlakukan. Garis Demakarsi yang disepakati ialah memanjang dari muara sungai Han, dan beberapa mil sebelah barat daya Panmunyom kemudian melintas garis 38° Lintang Utara membelok ke Barat sebelah Selatan KumSong dan berakhir disebelah utara Kaesong. Untuk lebih memahami rentetan peristiwa yang dialami oleh Korea Selatan, maka dipeneliti menuliskan rentetan peristiwanya Tabel Linimasa Korea Selatan
Febru oleh reza sinta Korea Selatan mengembangkan paham? liberalis - kapitalis demokrasi - kapitalis sosialis - komunis sosialis - demokrasi sosialis - Kapitalis Jawaban: A. liberalis - kapitalis Dilansir dari Encyclopedia Britannica, korea selatan mengembangkan paham liberalis - kapitalis.
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR KELAS 1EA03 UNIVERSITAS GUNADARMA Sistem Kebudayaan Korea Utara Sistem religi, Di korea utara sebelum perang korea pada tahun 1950 tercatat jumlah pemeluk agama budha mencapai pemeluk dan untuk nasrani sebanyak pemeluk, namun setelah perang korea dan pemerintahan korea utara yang ber ideologi komunis menjadi penguasa pemerintah mewajibkan untuk semua agama berada di bawah organisasi partai pekerja korea, untuk sekarang pemeluk agama budha di korea sekitar orang, dan pemeluk nasrani hanya berkisar ribuan orang. Untuk agama lain seperti Islam di korea utara, para pemeluknya hanya berasal dari para staff kedutaan maupun para pekerja organisasi internasional. Rata rata penduduk di Korea utara adalah atheis jadi pemeluk agama agama seperti nasrani maupun islam adalah para staff maupun pekerja organisasi dari luar negri. Semuanya bersatu di bawah federasi agama korea. Sistem organisasi masyarakat Sistem organisasi masyarakat di Korea utara bisa dibilang yang terlengkap serta teratur di dunia, sistem organisasi masyarakat mereka sangat teratur dan detai hingga tingkat terendah. Setiap pekerja pasti merupakan anggota serikat tempat mereka bekerja dan semuanya berada di bawah kendali negara melalui partai pekerja korea, tentara rakyat korea, persatuan pelajar korea. Tiap tiap masyarakat merupakan anggota partai yang berarti harus menurut perintah dari partai atau negara, setiap blok perumahan maupun apartemen memiliki organiasi sendiri seperti RT/RW yang berguna mengatur keluhan masyarakat, maupun pengecekan ransum anggotanya. Pemerintahan korea utara menggunakan sistem presidensial dengan kepala negara Kim Yong Nam, namun secara de jure kepala pemerintahan korea utara adalah Kim Jong Un yang merupakan putra dari Kim Jong Il dan cucu dari Kim Il sung yang merupakan sekertaris jendral partai pekerja korea, pemimpin tertinggi dewan rakyat korea, jendral pertama tentara rakyat korea. Sistem pemerintahan mereka masih berbau komunis walaupun tahun 1999 secara resmi korea utara mengganti ideologi mereka dari komunis menjadi ultranasionalis berlandaskan sosialis. Setiap anggota masyarakat korea utara sudah di atur dalam undang undang bahwa mereka bebas berserikat dan berorganisasi, namun organisasi maupun serikat yang bisa mereka ikuti hanya yang di bawah naungan pemerintah korea utara, namun jenis organisasi masyarakat di korea utara sangat lengkap, semua pekerjaan pasti memiliki serikat mereka sendiri. Sistem pengetahuan Sistem pengetahuan untuk di korea utara terbagi ke dalam beberapa institusi, yaitu institusi pendidikan, institusi penelitian dan pengembangan, serta institusi penelitian dalam tubuh tentara. Di dalam institusi pendidikan semua warga korea di wajibkan mengikuti pendidikan secara 9 tahun, maka tidak heran tingkat melek huruf di korea utara sebesar 99,87% jauh lebih tinggi dari indonesia, hal ini juga di dukung karena pemerintah menggratiskan biaya pendidikan mulai dari TK sampai Kuliah bahkan pemerintah juga membrikan subsidi seragam,buku,maupun perlengkapan sekolah. Di korea utara jumlah universitas tidak bisa menampung seluruh lulusan SMA mereka maka itu tingkat persaingan untuk masuk ke dalam universitas sangatlah tinggi, bila mereka tidak lulus tes masuk universitas maka biasanya mereka akan masuk sebagai pekerja lapangan, sedangkan biasanya bagi mereka yang lulusan universitas mereka akan masuk ke dalam pekerjaan kantoran namun bisa juga menjadi pekerja lapangan tapi dengan jabatan lebih tinggi. Untuk institusi penelitian dan pengembangan biasanya berada di pyongyang, ibukota Korea Utara. Di sana terdapat banyak institut untuk pendidikan speerti institut bunga, institut pengembangan ideologi juche, institut pengembangan tanaman, dll. Untuk pengembangan dan penelitian di bagian militer biasanya terdapat di dalam divisi litbang, divisi ini bertugas untuk melakukan penelitian di bidang roket dan nuklir, divisi ini juga mendapat dukungan pemerintah yang sangat besar karena untuk aset keamanan nasional. Sistem mata pencaharian dan ekonomi Sitem ekonomi kore uatar merupakan sistem ekonomi sosialis, dimana hampir seluruh aspek ekonomi di pegang oleh negara , hanya aspek aspek tertentu yang memang negara tidak mampu mengatur lah di isi oleh swasta atau join venture, di dalam sistem ekonomi korea utara semua aspek penting kehidupan di subsidi gratis oleh pemrintah seperti pendidikan,kesehatan,perumahan,kebutuhan pangan dan lain lain. Sehingga tidak heran bila di korea utara masuk sekolah maupun rumah sakit gratis bagi seluruh warga negaranya, bahkan warga korut pun untuk perumahan juga di berikan langsung oleh pemerintah secara gratis. Di korea uatar tidak ada pajak atau apapun sehingga rakyat tidak di pusingkan oleh beban beban semacam itu, namun harus di sadari bahwa gaji pegawai di korea utara sangatlah sedikit, rata rata gaji disana berkisar $5-$8 per bulan. Namun di karenakan seluruh segi kehidupan pokok di subsidi gratis oleh pemeritah membuat rakyat mereka tidak terlalu terbebani. Mata pencaharian warga korea utara terdiri dari beberapa jenis, di antaranya pertanian,buruh pabrik, keamanan. Di korea utara kebanyakan para penduduknya yang tidak berhasil mengikuti tes masuk universitas disana biasanya akan bekerja di pertanian atau buruh pabrik, karena sekolah menengah di sana sudah menyiapkan para lulusannya untuk siap bekerja. Untuk mereka yang lulusan universitas biasanya akan masuk ke dalam tentara, tentara di korea utara berbeda dengan tentara umunya, mereka mempunya berbagai divisi yang memang mebutuhkan orang orang yang memiliki kualitas otak lebih tinggi di banding kualitas otot, karena di dalam tentara ada berbagai divisi seperti divisi seni, divisi komputer, divisi teknologi, divisi pembangunan dan lain lain. Maka tidak heran sangat banyak warga korut yang tertarik masuk tentara karena banyaknya divisi tadi, ditambah satu satunya cara menaikan taraf kehidupan di negara komunis adalah melalui jalur tentara dan partai. Warga negara yang ingin menjadi pekerrja pemerintahan harus mengikuti tes masuk partai pekerja korea, setelah berhasil mereka akan di tes lagi oleh salah satu biro dalam organisasi partai tersebut. Sistem teknologi dan peralatan. Korea utara memiliki perkembangan teknologi yang cepat, banyak kebutuhan tekologi yang mereka buat sendiri terutama dalam hal militer, korea utara sudah berhasil membuat satelit yang sukses mereka luncurkan pada tahun 1998 dengan menggunakan roket yang juga mereka buat sendiri, dalam hal rudal mereka berhasil membuat rudal rudal jelajah antar benua yang hanya di kuasai negara negara besar seperti amerika, cina, rusia perkembangan tekologi militer mereka yang cepat juga didorong karena alokasi PDB negara untuk militer sebesar 20% selain perkembangan teknologi militer, perkembangan teknologi manufaktur juga berkembang, hal ini terbukti dengan di temukannya teknologi CNC yang biasa di sebut ibu para komputer manufaktur, dimana negara yang sanggup mebuat mesin ini hanya jerman,jepang dan korea utara. Untuk peralatan sehari hari korea juga biasa membuat merk mereka sendiri, mobill,handphone,komputer,printer semuanya mereka buat sendiri dengan cara merakit di korea utara dengan alat alat dari china. BAHASA Bahasa yang di gunakan warga korea utara adalah bahasa korea, bahasa yang mereka gunakan dari segi penulisan dan percakapan sama dengan korea selatan, hanya berbeda pada logat bicara nya. Perkembangan sastra korea juga berkembang di korea utara, di karenakan pendidikan non formal di korea uatar di wajibkan dan sangat berimbang dengan pendidikan formal, sehingga tidak heran banyak anak anak kecil korea utara yang sangat paham tentang sastra dan pintar untuk mempraktekan sastra mereka sendiri. Kesenian Dalam hal kesenian tradisional, apresiasi warga korea utara terhadap kesenian tradisional mereka jauh lebih tinggi di banding apresiasi warga korsel terhadap kesinian tradisonal mereka, pemerintah korut sangat menjamin kelangsungan kesenian tradisional, hal ini diuktikan dengan di wajibkan belajar kesenian di sekolah, didirikan institut seni yang banyak, juga teater teater pertunjukan yang sangat sering menampilkan kegiatan kesenian, di tambah program tv yang sangat sering menampilkan kesenian korea. Warga korea utara juga tidak malu mengenakan baju tradisional mereka walaupun mereka tidak ada kegiatan seremonial. Untuk perkembangan kesenian modern harus di akui korea uata tertinggal jauh dari tetangganya korea selatan. Korea utara seperti terhenti di kesenian pada tahun 1970an dimana seni modern mereka hanya terdiri dari penyanyi dengan iringan musik biasa, atau tap dance. Untung lah sejak awal 2012 marshal Kim Jong Un membentuk band baru bernama moranbong musik yang terdiri dari beberapa gadis muda dan cantik yang bisa memainkan musik dan memiliki suara yang bagus. sumber
Perkembangansastra korea juga berkembang di korea utara, di karenakan pendidikan non formal di korea uatar di wajibkan dan sangat berimbang dengan pendidikan formal, sehingga tidak heran banyak anak anak kecil korea utara yang sangat paham tentang sastra dan pintar untuk mempraktekan sastra mereka sendiri. Kesenian
Sistem pemerintahan Korea Utara – Korea Utara merupakan sebuah negara yang letaknya berada di bagian utara semenanjung korea, Asia Timur. pada awalnya, negara ini bersatu dengan negara Korea Selatan. Namun, kedua negara tersebut berpisah pada tahun 1948. Hal ini dikarenakan, negara Korea Utara Menolak untuk itu dalam pemilihan umum yang diawasi oleh tersebut akhirnya berujung pada perang saudara yang berlangsung pada tahun 1950. Hingga saat ini negara Korea Utara berdiri sendiri dan resmi terpisah dari Korea Selatan. Demikian pula sistem pemerintahan Korea Utara juga berbeda dengan Korea Selatan. Nah, untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini. Struktur Kepemimpinan Korea Utara Berdasarkan konstitusi Korea Utara yang telah direvisi pada tahun 2012, struktur kepemimpinan negara ini telah berubah dan tidak sama seperti sebelumnya. Nah, berikut strukturnya Lembaga Kepresidenan Setelah wafatnya presiden Kim II Sung, saat ini tugas Kepresidenan dan fungsinya selaku kepala negara dipegang oleh President of The Presidium of The Supreme People’s Assembly. Yang bisa juga disebut dengan SPA. Pada saat ini yang menjabat sebagai SPA adalah Kim Yong Nam dan dibantu oleh dua orang wakil ketua. Selain itu juga dibantu oleh beberapa anggota presidium. Kim Yong Nam merupakan kepala negara sekaligus pejabat tertinggi dalam sistem ketatanegaraan Korea Utara lho. Terdapat beberapa lembaga yang berada di bawah kepemimpinannya Kim Jong Nam. Diantaranya seperti First Secretary, First Chairman dan Supreme Commander. Lembaga legislatif Pada lembaga legislatif ini SPA juga menjabat sebagai badan legislatif yang dipimpin oleh Choe Thae Bok, yang juga menjalankan fungsi perwakilan rakyat. Jika di Indonesia disebut dengan DPR. Sedangkan lembaga eksekutif atau yang bisa disebut juga sebagai administrasi pemerintah ini fungsinya dilaksanakan oleh sebuah kabinet. Pemimpin kabinet ini bisa disebut dengan seorang Premier. Sejak bulan April tahun 2003 yang memegang posisi perdana menteri ini adalah Pak Pong saat ini posisi perdana menteri belum diganti oleh siapa pun. Supreme People’s Assembly Menurut konstitusi pada tahun 2009 SPA di Korea Utara ini merupakan bagian tertinggi kekuasaan negara. SPA ini terdiri dari deputi terpilih sesuai dengan prinsip universal. Baca Juga Sistem Pemerintahan Amerika SPA ini dipilih dan menjabat dalam kurun waktu 5 tahun. Tentu saja lembaga ini memiliki wewenang dalam negaranya. Nah, berikut beberapa wewenang SPA Mengamandemen, mengadopsi atau menambahkan konstitusi Menetapkan prinsip dasar kebijakan dalam dan luar negara Menyetujui UU yang diadopsi oleh presidium SPA, ketik SPA tidak sedang bersaing Memilih atau memberhentikan presiden yang menjabat dalam SPA Menunjuk perdana menteri, wakil ketua menteri dan anggota kabinet, atas rekomendasi perdana menteri. Dan masih banyak lagi. Nah, presidium atau pemimpin SPA ini juga memiliki wewenang dan tugasnya sendiri. Ya, tugas-tugas yang harus dijalankan adalah sebagai berikut Membahas dan mengadopsi draft rancangan UU Mengadakan sidang SPA Membahas dan menyetujui rencana pembangunan ekonomi, anggaran belanja negara dan mengajukan rencana penyesuaian Mengawasi ketaatan hukum oleh organ negara dan mengambil beberapa langkah yang relevan Membatalkan keputusan dan arahan dari badan-badan negara yang bertentangan dengan konstitusi, peraturan, UU dan keputusan SPA. Dan lain sebagainya. Keadaan Politik Korea Utara Sistem pemerintahan Korea Utara ini mencangkup partai politik, kondisi politik dan lain-lain. Nah politik negara ini berada dalam kerangka filosofi resmi negara. Ya, filosofi tersebut disebut dengan konsep Juche. Konsep tersebut diciptakan oleh Hwang Chang Yip dan kemudian dikaitkan dengan Kim II ini sebenarnya merupakan negara satu partai yang berada di bawah kediktatoran keluarga totaliter. Negara ini juga bisa disebut sebagai negara yang menganut sistem monarki absolut dengan pemimpinnya bernama Kim II Sung dan ahli warisnya sebagai penguasanya. Sistem politik negara ini dibangun atas dasar prinsip sentralitas. Sementara konstitusi Korea Utara menjamin perlindungan itu juga konstitusi ini mengawasi setiap kehidupan hanya itu saja, konstitusi Korea Utara juga mendefinisikan DPRK sebagai kediktatoran demokrasi rakyat lho. Sedangkan DPRK tersebut berada di bawah kepemimpinan partai buruh Korea yang diberikan supremasi hukum atas partai politik lainnya. Meski ketentuan konstitusi tersebut sebagai demokrasi, namun pada kenyataannya tidak demikian. Dalam praktiknya, pemimpin tertinggi yang bernama Kim Jong Un ini memegang kontrol mutlak atas pemerintahan dan juga sistem pemerintahan Korea Utara ini masih berantakan. Hal ini dikarenakan, banyaknya peraturan yang mengekang kegiatan masyarakat dan juga kehidupan masyarakatnya masih diawasi secara ketat. Baca Juga Sistem Pemerintahan Perancis Partai Politik Dan pemilihan Umum Menurut konstitusi yang ada, negara ini merupakan konstitusi republik demokratik. Majelis provinsi rakyat atau PPA dan SPA-nya dipilih dengan menggunakan pemilihan umum secara langsung dan rahasia. Hak pilih tersebut diberikan kepada warga yang sudah berumur 17 tahun atau lebih. Pada kenyataannya, pemilu di negara ini tidak kompetitif dan hanya memiliki satu calon kandidat pemimpin saja. Semua calon yang terpilih adalah anggota dari Front Demokratik untuk Reunifikasi Tanah partai kecil yang berada dalam koalisi tersebut adalah partai Demokrat Sosial Korea dan partai Cheondoischongu. Dalam setiap partai tersebut juga memiliki pejabat yang terpilih. WPK juga mengontrol langsung atas calon yang akan dipilih untuk pemilihan umum dari anggota dua partai tersebut. Ideologi Politik Pada awalnya negara ini telah mengambil langkah untuk mengisolasi diri dari sisa gerakan komunis dunia yang pernah saat ini negara Korea Utara menganut ideologi Juche yang bermakna ideologi kemandirian. Sebelum menganut ideologi Juche, negara ini sudah memiliki ideologi sendiri. Ya, ideologi tersebut adalah Marxisme saat itu, Marxisme Leninism merupakan ideologi resmi negara ini, tepatnya pada tahun 1972. Pada tahun 2009 konstitusi negara ini diubah lagi secara diam-diam. Menurut penelitian, pemerintahan telah menghapus referensi singkat ke komunisme tanpa sepengetahuan orang lain. Baca Juga Sistem Pemerintahan Singapura Pengembangan Politik dan Ekonomi Menurut sejarahnya, politik Korea Utara sudah didominasi oleh hubungan permusuhan dengan Korea Selatan. Selama perang dingin tersebut, negara ini bersekutu dengan Uni Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok. Oleh karenanya, pemerintah Korea Utara melakukan investasi besar-besaran dalam militer, dan juga berharap agar negara ini bisa bersatu dan mengumpulkan kekuatan untuk mengusir serangan dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. Setelah melakukan usaha mati-matian untuk mengusir serangan, negara ini kembali mengalami masalah. Ya, masalah tersebut adalah kondisi perekonomian yang menurun. Meski demikian, negara ini berhasil untuk mempertahankan kondisi ekonominya hingga keadaan membaik. Dan pada akhirnya negara ini pun berhasil mempertimbangkan reformasi ekonomi dan normalisasi hubungan internasional. Seperti itulah sistem pemerintahan Korea Utara yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui sistem pemerintahan dan kondisi politik negara ini Anda bisa memiliki pengetahuan lebih luas. Selain itu, Anda juga bisa memberi tahu kepada siapapun yang menanyakannya. Entah itu teman, saudara ataupun keluarga. Semoga informasi ini berguna bagi Anda yang suka menggali ilmu dari berbagai negara.
.