🎊 Gas Medis Di Rumah Sakit

Manfaataudit lingkungan Rumah Sakit : – Mengidentifikasi risiko lingkungan – Menjadi dasar pelaksanaan kebijakan pengelolaan lingkungan atau penyempurnaan rencana yang ada – Mencegah tekanan sanksi hukum – Membuktikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan bila dibutuhkan dalam proses pengadilan – Meningkatkan kepedulian pimpinan Menurut Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1439/ MENKES/SK/XI/2002, Pengertian Dari Sistem Instalasi Gas Medis Sebagai Berikut Gas Medis Adalah Gas Dengan Spesifikasi Khusus Yang Dipergunakan Untuk Pelayanan Medis Pada Sarana Kesehatan. Instalasi Pipa Gas Medis Adalah Seperangkat Prasarana Pemipaan Beserta Peralatan Yang Menyediakan Gas Medis Tertentu Yang Dibutuhkan Untuk Disalurkan Gas Medis Tersebut Ke Titik Outlet Diruang Tindakan Dan Perawatan/ Ruangan Lainnya. Sentral Gas Medis Adalah Seperangkat Prasarana Sumber Gas Medis Beserta Peralatan Dan Atau Tabung Gas/Liquid Ataupun Jenis Gas Lainnya Yang Menyimpan Beberapa Gas Medis Tertentu Yang Dapat Disalurkan Melalui Pipa Instalasi Gas Medis Instalasi Gas Medis Selanjutnya Disingkat IGM Adalah Seperangkat Perlengkapan Jaringan Sistem Gas Medis Mulai Dari Sentral Gas Medis, Instalasi Pipa Gas Medis Sampai Outlet. Gas Medis Rumah Sakit Sistem Gas Medis Merupakan Instalasi Kebutuhan Gas Untuk Keperluan Medis Di Berbagai Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas Ataupun Tempat Pengobatan Lainnya. Instalasi Gas Medis Ini Telah Dikembangkan Untuk Mempermudah Kesulitan-Kesulitan Penggunaan Gas Medis Secara Konvensional. Gas Medis Yang Digunakan Di Rumah Sakit Adalah Hal Yang Sangat Penting Sebagai Pendukung Kehidupan Medical Gas For Live Support Yang Berpengaruh Langsung Dalam Hidup Pasien. Oleh Karena Itu Penyimpanan Gas Medis Ini Haruslah Pada Tempat Yang Bersih Dan Higienis. Gas Medis Juga Harus Memiliki Kemurnian Tinggi Dan Tersedia Dengan Tekanan Yang Stabil. Salah Satu Jenis Gas Medis Yang Akrab Kita Ketahui Adalah Oksigen. Pada Rumah Sakit Yang Sudah Moderen, Sekarang Ini Sudah Tidak Menemukan Lagi Tabung Oksigen Yang Dipasang Di Samping Pasien, Melainkan Sudah Berupa Selang Yang Dapat Pakai Langsung. Selang Ini Biasanya Menghubungkan Pasien Dengan Sumber Gas Oksigen Yang Telah Dialirkan Melalui Dinding Dengan Pipa Tembaga, Inilah Yang Disebut Sentralisasi Gas Medis. Pada Sistem Ini Semua Perlengkapan Tabung Dan Mesin Di Sentralisasi Di Suatu Tempat Dan Gas-Gas/Udara Tersebut Dialirkan Keruangan Melalui Pemipaan. Hal Ini Dirasa Lebih Efektif Serta Lebih Safety Untuk Melakukan Pengawasan Dan Segala Hal Tentang Operasionalnya. Beberapa Sistem Sentral Gas Medis Yang Digunakan 1. Sistem Oksigen O2 2. Sistem Nitrous Oxide N20 3. Sistem Karbon Dioksida C02 4. Sistem Nitrogen N2 5. Sistem Medical Compressed Air Air 6. Sistem Medical Vacuum VAC 7. Sistem Pembuangan Gas Anesthesi WAGD 8. Dan Lain-Lain. Tetapi Pada Umumnya Di Rumah Sakit Instalasi Gas Medis Meliputi 4 Sistem Sesuai Urutan Pemasangan, Yaitu O,N,A,V Oxygen O2 Nitrous Oksida N2O Udara Tekan/Compressed Air/ Medical Breathing Air CA Vacuum/ Medical Suction V Sistem Sentral Gas Medis Youtube Channel
\n \n \ngas medis di rumah sakit
2 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/Menkes/Per/ III/ 2008 tentang pelayanan rumah sakit. M E M U T U S K A N : MENETAPKAN. Pertama : Keputusan Direktur Rumah Sakit Tentang Kebijakan Pelayanan Rumah Sakit. Kedua : Kebijakan pelayanan Rumah Sakit sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
Rumah sakit adalah lembaga yang memiliki peran vital dalam menyediakan layanan kesehatan dan perawatan kepada pasien. Namun, di balik upaya tersebut, rumah sakit juga menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3. Lingkungan medis yang kompleks, peningkatan risiko infeksi, dan tekanan kerja yang tinggi menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Artikel ini akan menyoroti permasalahan K3 yang umum di rumah sakit dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Infeksi Nosokomial Salah satu permasalahan utama di rumah sakit adalah infeksi nosokomial, yaitu infeksi yang didapatkan pasien selama perawatan di rumah sakit. Faktor-faktor seperti kebersihan yang buruk, penggunaan alat yang tidak steril, dan penyebaran mikroorganisme dapat menyebabkan infeksi yang berpotensi fatal. Dalam hal ini, pelatihan yang tepat bagi staf medis mengenai kebersihan tangan, sterilisasi alat, dan praktik-praktik pencegahan infeksi sangat penting. Kecelakaan dan Cedera Rumah sakit juga memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan dan cedera. Aktivitas seperti mengangkat dan memindahkan pasien yang tidak benar, terjatuh di ruang operasi yang licin, atau terpapar bahan kimia berbahaya dapat menyebabkan cedera serius bagi staf medis. Upaya yang diperlukan termasuk pelatihan dalam ergonomi, penggunaan alat bantu yang tepat, dan penerapan protokol keselamatan untuk mengurangi risiko cedera. Faktor Stres dan Kesejahteraan Mental Staf medis di rumah sakit sering menghadapi tekanan kerja yang tinggi dan beban emosional yang besar. Jumlah pasien yang banyak, situasi darurat, dan kebutuhan untuk membuat keputusan cepat dapat menyebabkan stres yang berlebihan. Dalam konteks ini, penting untuk menyediakan program kesejahteraan mental bagi staf medis, seperti konseling, dukungan psikologis, dan pengaturan jam kerja yang seimbang. Laman 1 2
PerencanaanLalu Pelaksanaan Sistem Gas Medik di Rumah Sakit, Pada Intinya Termasuk System Penyediaan Distibusi Gas Medik, Proses Pemasangan Sampai Outlet Gas Medik Di BedHead. Instalasi Gas Medis Terdiri Dari Beberapa Bagian PenPenting Antara Lain: Sentral Gas Medis. Box Valve & Alarm. Jaringan Pipa Instalasi Gas Medis. Outlet Gas Medical.
HomeTentang KamiProduk KamiKlienAlamat Yang Dimaksud Gas Medis Rumah Sakit Adalah Unsur Jenis Gas Dengan Spesifikasi Khusus Yang Di Pergunakan Untuk Pelayanan Sarana Kesehatan/ Medis. Adapun Jenis Dan Type Gas Yang Tergolong Pemakaiannya Untuk Pelayanan Kesehatan Pada Sistem Gas Medis Adalah Sebagai Berikut Oksigen O² Dipasaran Kemasan Gas Oksigen Tersedia Dalam Bentuk Gas Bertekanan Ataupun Cairan/ Liquid Gas Yang Di Kemas Dalam Tabung Baja Ataupun Stainless Stell. Sentral Tabung Oksigen Oksigen Gas Dalam Tabung Baja/ Stainless Stell Bertekanan ±150Kg/cm³ Dengan Kapasitas Tabung Terdiri Dari a. 200 Liter = 0,2 m³ b. 500 Liter = 0,5 m³ c. 1000 Liter = 1,2 m³ d. 1500 Liter = 1,5 m³ e. 6000 Liter = 6,0 m³ f. 7000 Liter = 7,0 m³ Oksigen Liquid Dikemas Dalam Tabung Baja/ Stainless Stell Yang Mempunyai Isolasi Vacuumnya Mampu Menahan Tekananan Sampai 7,0 Kg/Cm² Bertemperatur 183 °c Dengan Kapasitas Tabung Terdiri Dari a. 160 Liter VGL-160 b. 900 Galon VGS-900 c. 1500 Galon VGS-1500 d. 3000 Galon VGS-3000 Setiap Tabung Gas Tersebut Dilengkapi Dengan Safety Valve Berstandard. Nitrogen Oxyde N²O Sentral Tabung N2O Kemasan Gas Bertekanan N²O Sama Kapasitasnya Dengan Tabung Oksigen. Kemasan Cairan N²O Terdapat Dalam Tabung Baja/ Stainless Stell Bertekanan 60-70 atm. Kapasitas Yang Disediakan Yaitu a. 2 Kg b. 5 Kg c. 27 Kg d. 30 Kg Setiap Tabung Gas Dilengkapi Dengan Safety Valve Berstandard. Nitrogen N² Kemasan Gas Bertekanan N² Kapasitas Dan Spesifikasinya Sama Dengan Tabung Oksigen Carbon Diokside CO² Disediakan Dalam Bentuk Cairan Liquid Yang Dipadatkan Dalam Tabung Baja/ Stainless Stell Atau Disebut Juga Dengan Dry Ice Cyclopropana C³ H6 Tersedia Dalam Kemasan Tabung Gas Betekanan 180 Kg/cm² Berukuran 6-7 m³. Helium He Tersedia Dalam Kemasan Tabung Gas Bertekanan 180 Kg/cm² Berukuran 6-7 m³ Mixture Gas Mix Campuran Gas Yang Kebutuhannya Disesuaikan Dengan Keperluan Rumah Sakit. Beberapa Campuran Gas Yang Sering Di Gunakan Yaitu a. Campuran O² Dengan N² b. Campuran O² Dengan CO² c. Campuran O² Dengan He d. Campuran O² Dengan N²O Dan N² Vacuum/ Suction Gas V Sentral Vacuum Penggunaan Alat/ Mesin Vacuum Secara Portable/ Mobile Biasanya Banyak Digunakan, Adapun Dengan Sistem Sentral Mesin Vacuum/ Suction Dengan Kelengkapan Yaitu a. Motor Vacuum Kapasitas 1Hp/2,2Hp/3Hp/4Hp Sebanyak 2 Unit b. Tanki Vacuum Kapasitas 100L/250L/500L/1000L c. Bacteria Filter Compressed Air CA Sentral Kompressor Penggunaan Mesin Sentral Kompresor Terdiri Dari Beberapa Bagian a. Mesin Kompressor Free Oil Sebanyak 2 Unit dengan Kapasitas 1Kw/2,2Kw/3Kw/4Kw b. Dryer 2 Unit Baik Menggunakan Sistem Refrigerator Ataupun Desicant Dryer c. Bacteria Filter Sampai Dengan 0,01mF d. Carcoal Filter Sampai Dengan 0,10mF e. Tanki Udara Tekan Kapasitas 100L/250L/500L/1000L

Sumbergas medis dan Vakum medis di rumah sakit. Dipublis: 2020-04-22 10:28:48 Oleh: admin Kategori: INFO GAS MEDIK. Sumber gas medik dan vakum medik adalah seperangkat alat atau sumber yang berfungsi sebagai pemasok gas medik dan vakum medik pada fasilitas kesehatan yang diletak pada ruangan tertentu. Sumber tersebut harus memiliki

Perencanaan sistem gas medis & Desain sistem gas medis Dipublis 2020-05-14 075441 Oleh admin Kategori INFO GAS MEDIK Perencanaan sistem gas medis di rumah sakit sangat di perlukan sekali. Dalam sebuah rumah sakit biasanya sudah menentukan seberapa besar rumah sakit itu sendiri akan di bangun, seberapa besar kapasitas rumah sakit?. Biasanya dalam hal ini termasuk kelas rumah sakit, A, B, C dan D. Di dalam pembagian kelas tersebut terdapat kapasitas rumah sakit, misal budget pembangunan rumah sakit, jumlah bed perawatan, jumlah ruang operasi, ruangan ICU, ruang Isolasi, Poli klinik dan lain sebagainya. Perancanaan gas medis sendiri dapat menyesuaikan dari kelas rumah sakit itu sendiri. Di dalam perencaan gas medis yang terpenting adalah penentuan titik gas sesuai dengan standar kebutuhan rumah sakit. No Nama Ruangan GAS MEDIS FLOW RATE LPM RASIO O2 N2O MA TA VAC N2 CO2 AGSS 1 Emergency Unit IGD √ √ √ 5 lpm 50% 2 Enoscopy √ √ 5 lpm 5% 3 Recovery √ √ 5 lpm 40% 4 Gastroscopy √ √ 5 lpm 5% 5 Treatment √ √ 5 lpm 5% 6 Spect √ √ √ 5 lpm 5% 7 Magnetic Resonance Imaging MRI √ √ √ 5 lpm 5% 8 C-arm √ √ √ 5 lpm 5% 9 Fluoroscopy √ √ √ 5 lpm 5% 10 Endoscopy √ √ √ 5 lpm 5% 11 Gynecology √ √ √ 5 lpm 5% 12 Infection room √ √ √ 5 lpm 10% 13 Procedure / Tindakan √ √ 5 lpm 15% 14 OT / OK minor √ √ √ √ √ √ 15 lpm 75% 15 OT / OK Major √ √ √ √ √ √ √ √ 15 lpm 75% 16 Brochoscopy √ √ 5 lpm 5% 17 Pediatric √ √ √ 5 lpm 5% 18 Chemoteraphy √ √ √ 5 lpm 5% 19 Pespiratory √ √ 5 lpm 5% 20 Superficial √ √ √ 5 lpm 5% 21 Abdominal √ √ √ 5 lpm 5% 22 Elektroensefalografi EEG √ √ √ 5 lpm 5% 23 Electrokardiogram ECG √ √ √ 5 lpm 5% 24 Holter Hearing Test √ 5 lpm 5% 25 Hemeodyalisis √ √ √ 5 lpm 25% 26 Pre opereation √ √ 5 lpm 50% 27 Intensive Care Unit ICU √ √ √ 15 lpm 100% 28 Intensif Coronary Care Unit ICCU √ √ √ 15 lpm 100% 29 High Care Unit HCU √ √ √ 15 lpm 100% 30 Neonate Intensive Care Unit NICU √ √ √ 15 lpm 100% 31 Paediatric Intensive Care Unit PICU √ √ √ 15 lpm 100% 32 Intermediate Ward IW √ √ √ 15 lpm 100% 33 Stroke Unit √ √ √ 5 lpm 25% 34 Cardiovascular Unit √ √ √ 5 lpm 25% 35 Cancer Unit √ √ √ 5 lpm 25% 36 Echocardiogram ECHO √ √ 5 lpm 10% 37 Delivery Room √ √ √ 5 lpm 50% 38 Perinatology VK √ √ √ √ √ √ √ 15 lpm 50% 39 Ward Patient √ √ 5 lpm 10% 40 X-ray √ √ √ 5 lpm 5% 41 CT-Scan √ √ √ 5 lpm 5% 42 Central Sterile Supply Department CSSD √ 15 lpm 100% Setelah penentuan titik gas medis sesuai dengan kebutuhan seperti di atas selanjutnya adalah menentukan bagian bagian dari sistem gas medis, seperti 1. Penempatan Zone valve 2. Penempatan Area Alarm 3. Penempatan service valve 4. Penempatan valve tambahan 5. Perhitungan diameter pipa 6. Penentuan ruang sentral dan luasnya 7. Penentuan peralatan sentral gas medis dengan kapasitasnya. Ingin konsultasi dalam Desain gas medis rumah sakit? Silahkan wa di bawah ini.
PT Kanaya Rizkya Utama di bidang supplier medical equipment & installation gases central system (IGM) dan Instalsi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yaitu Distributor atau penyedia Instalasi Gas Medis, pembuatan alat penjernih limbah menjadi air bersih, serta kegiatan lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang Instalasi Gas Medis dan IPAL.
Post Views 1,698 Gas medis adalah gas yang digunakan dalam mendukung kinerja medis pada keseharian nya, namun banyak sekali gas medis yang belum kita tau jenis nya, penggunaan gas medis adalah hal yang sangat vital bagi suatu rumah sakit , mengenal serta memahami nya tentunya sangat diharapkan dapat membantu anda agar menggunakan jenis gas ini dengan lebih baik dan mendapatkan gas tersebut di distributor gas medis. Di dalam penggunaan nya gas sudah menjadi hal yang sangat vital pada setiap rum ah sakit, kegunaan nya berhubungan dengan lancarnya operasional dirumah sakit, hampir setiap rumah sakit membutuhkan gas ini agar dapat menunjang sarana dan prasarana di rumah sakit, dengan tidak adanya gas medis tentunya akan menghambat segala operasional di rumah sakit, oleh karena itu betapa pentingnya jika kita harus mengetahui jenis dan tau tempat untuk mendapatkan nya, bisa di dapatkan di distributor gas medis. Berikut adalah jenis gas medis yang ada di rumah sakit serta penjesalan nya 1. Oxigen / o2 Penggunaan gas ini dalam medis sudah di perkenalkan sejak tahun 1800, gas ini adalah gas wajib yang harus ada di dalam rumah sakit, gas ini digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk sebagai alat bantu pernapasan bagi pasien yang membutuhkan , namun tidak hanya sebagai alat bantu pernapasan pada pasien tapi juga masih ada fungsi lain nya yaitu sebagai alat bantu pernapasan bagi pasien yang menjalani operasi , penanganan trauma, pasien berpenyakit jantung dan masih banyak lagi kegunaan dari gas oxogen ini. 2. Nitrogen Nitrogen digunakan sebagai gas yang banyak di gunakan untuk therapy, salah satu therapy nya adalah cyrotherapi, cyrotherapi adalah gas yang digunakan untuk menyembuhkan tumor yang ada pada bagian tubuh manusia, cara pakai nya adalah dengan cara mengoles nitrogen ke bagian kulit, dengan memanfaatkan dingin dengan tempratur yang sangat rendah, nitrogen ini juga di fungsikan sebagai media penyimpanan sel jaringan , berfungsi sebagai campuran untuk melakukan tes terhadap paru paru dan juga digunakan sebagai campuran obat. 3. Dinitrogen Oksida Gas ini juga kita kenal sebagai gas tertawa, gas ini banyak di gunakan oleh dokter gigi untuk dijadikan analgesik atau penghilang nyeri, sejak itu gas ini digunakan banyak digunakan untuk pembedahan, namun sering sekali terjadi nya kontradiksi sehingga penggunaan gas ini tidak di sarankan, bagi teman teman yang ingin mendapatkan gas ini dapat mendappatkan nya pada distributor gas. Baca Juga 5 Manfaat Bulldozer 4. Karbon Dioksida Penggunaan gas ini sangat sering di gunakan untuk tindakan insuflasi, untuk proses operasi yang tidak invasive, dan juga digunakan sebagai stimulasi sebelum melakukan anastesi, karbon dioksida biasanya disediakan di dalam tabung, gas ini anda bisa dapatkan pada distributor gas yang ada di kota anda. 5. Medical Air Medical air adalah udahra medis yang di gunakan di rumah sakit, hasil dari compressed air , udara yang sama sekali tidak terkotaminasi dengan hal apapun dan ,membuat gas ini menjadi gas yang paling murni , tidak memilki baud an juga tidak memiliki suhu yang lembab seperti gas lain, medical air membantu pasien agar tetap bernapas dengan lancar dan nyaman , medical air tidak hanya digunakan sebagai alat bantu pernapasan tapi juga sebagai gas untuk menggerakan alat. Tadi adalah jenis jenis gas medis yang ada di rumah sakit sampai saat ini, mudah mudah an teman teman terbantu dengan informasi ini, dan dapat menggunakan gas dengan bijaksana . Rumahsakit merupakan fasilitas kesehatan yang paling kompleks diantara jenis fasilitas kesehatan yang ada. Kompleksitas rumah sakit ini dapat ditinjau dari jumlah dan karakteristik layanan yang tersedia, luasnya area yang diperlukan untuk menjalankan layanan, jumlah dan ragam personal yang terlibat dalam layanan, serta peralatan dan teknologi yang digunakan Instalasi gas medis di rumah sakit pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an. Waktu itu, Rumah Sakit Husada Jakarta Utara adalah yang pertama kali menggunakannya. Saat ini, pemasangan instalasi gas medis bisa dilakukan di rumah sakit mana pun. Bahkan klinik dan Puskesmas juga bisa memasangnya yang dimaksud dengan instalasi gas medis rumah sakit? Bagaimana aturan pemerintah mengenai hal ini? Simak penjelasannya berikut ini!Apa yang Dimaksud dengan Instalasi Gas Medis? gas medis mengacu pada seperangkat alat dan sistem perpipaan yang berfungsi untuk menyalurkan gas medis ke titik outlet yang berada di ruang perawatan, ruang tindakan atau ruangan lainnya. Sistem instalasi gas medis dimulai dari sentral gas medis, instalasi pipa gas medis sampai ke sistem instalasi gas dan vakum medis digunakan, pemenuhan kebutuhan gas untuk kebutuhan pasien diberikan dengan menggunakan tabung gas medis. Saat ini penggunaan tabung gas medis sudah mulai diminimalisasi dan diganti dengan instalasi gas medis yang lebih simpel dan Instalasi Gas dua jenis sistem instalasi gas medis yang banyak digunakan yakni sistem manifold gas manual dan manifold gas ManualInstalasi sistem manual selalu menyediakan pasokan gas seluruh tabung yang berada di sentral baik di sisi kanan dan kiri. Cara pengoperasiannya sangat efisien dan cocok digunakan di rumah sakit dengan kebutuhan tabung oksigen kurang dari 100 setiap DigitalSistem instalasi gas digital dirancang untuk menyediakan pasokan gas tanpa gangguan. Sistem ini secara otomatis akan memindahkan tekanan kosong dari tabung medis yang sudah habis ke tabung yang penuh sehingga aliran gas medis tetap ada tanpa harus diganti secara Instalasi Gas Medis Rumah Sakit Menurut Permenkes No. 4 Tahun instalasi gas medis di rumah sakit harus dilakukan dengan standar tertentu. Tujuannya adalah agar kebutuhan gas medis yang dihasilkan memenuhi syarat dan proses distribusi gas medis berjalan dengan lancar dan aman. Aturan mengenai standar instalasi gas medis rumah sakit tertuang dalam Permenkes No. 4 Tahun 2016 tentang Penggunaan Vakum Medik dan Gas Medik pada Fasilitas Pelayanan beberapa poin penting yang perlu digarisbawahi dalam aturan tersebut terkait standar pemasangan yakniDilakukan oleh Tenaga ProfesionalInstalasi gas medis dibuat demi kelangsungan hidup banyak, karena itu proses pengerjaan harus dilakukan oleh tenaga profesional yang berpengalaman. Proses kerja, peralatan dan bahan yang dipakai juga wajib memenuhi mutu dengan Sentral Kompresor dan VakumSentral kompresor atau sentral gas medis merupakan seperangkat sumber gas ataupun likuid untuk kebutuhan medis yang kemudian disalurkan lewat pipa instalasi. Sebaliknya, vakum merupakan alat berspesifikasi khusus yang digunakan untuk mengisap cairan tubuh pada pelayanan medis. Sentral kompresor dan vakum yang dipasang harus benar-benar mampu beroperasi dengan mengacu pada standar tentang Pipa Gas MedisAda dua jenis pipa gas medis yang memenuhi standar yakni pipa tembaga dengan kadar 99% atau pipa stainless steel yang dinyatakan dengan Sertifikat Asal Negara dan Sertifikat Fabrikasi. Pipa juga harus bersih dan tidak terkontaminasi oleh zat Valve dan Alarm Gas MedisZona valve dan alarm pada sistem instalasi gas medis berguna untuk memberi sinyal terkait kondisi gas dan vakum medis di sistem instalasi. Jika sistem mengalami kehabisan suplai kegagalan suplai karena ada kerusakan, alat ini akan memberikan petunjuk angka dan suara audio sebagai tanda adanya masalah pada tekanan gas dan vakum medis. Dengan begitu, pihak penyedia layanan kesehatan bisa segera melakukan tindakan beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait standar instalasi gas medis di rumah sakit. Butuh pemasangan instalasi gas medis di rumah sakit Anda? Nodemedic dengan pengalaman kerja sama dengan lebih dari 100 klinik, rumah sakit dan laboratorium siap membantu menyediakan jasa instalasi gas medis dengan kelebihan gratis konsultasi penyusunan RAB dan perencanaan gambar desain instalasi gas hubungi kami untuk detail lebih lengkapnyaTelp +62 81214880612WA 081214880612Web GasMedis adalah alat penyalur gas yang berguna dalam pelayanan medis pada sarana kesehatan. Gas yang di salurkan melalui gas medis bisa berupa : PT Ayari persada memiliki banyak proyek di rumah sakit - rumah sakit yang ada di Indonesia salah satunya yaitu RS MMC Kuningan, Proyek A
Taukah anda ! bahwa instalasi gas medis adalah salah satu kebutuhan yang paling penting di rumah sakit kenapa?? karena gas medis salah satu yang paling dibutuhkan ketika pasien dalam keadaan darurat, kebutuhan udara dalam skala besar setiap saat di Gas Medis Merupakan Instalasi Kebutuhan Gas Untuk Keperluan Medis Di Berbagai Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas Ataupun Tempat Pengobatan Lainnya. Instalasi Gas Medis Ini Telah Dikembangkan Untuk Mempermudah Kesulitan-Kesulitan Penggunaan Gas Medis Secara Konvensional. Gas Medis Yang Digunakan Di Rumah Sakit Adalah Hal Yang Sangat Penting Sebagai Pendukung Kehidupan Medical Gas For Live Support Yang Berpengaruh Langsung Dalam Hidup dalam melaksanakan proyek instalasi gas medis, standart yang kami gunakan sebagai panutan adalah Health Technical Memorandum HTM 2022, National Fire Protection Assosiation NPFA 99, Austalian Standart AS 2896 dan MENTERI KESEHATAN TENTANG PENGGUNAAN GAS MEDIK DAN VAKUM MEDIK PADA FASILITAS PELAYANAN I KETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud denganGas Medik adalah gas dengan spesifikasi khusus yang dipergunakan untuk pelayanan medis pada fasilitas pelayananVakum Medik adalah alat dengan spesifikasi khusus yang dipergunakan untuk menghisap cairan tubuh pada pelayanan medis di fasilitas pelayananSistem Instalasi Gas Medik dan Vakum Medik adalah seperangkat sentral gas medik dan vakum medik, instalasi pipa, katup penutup dan alarm gas medik sampai ke titik outlet medik dan inletOksigen Konsentrator adalah mesin pemisah Oksigen diudara 21% dengan Nitrogen diudara 78 % dan gas lainnya 1 %. Keluaran mesin ini adalah Oksigen dengan konsentrasi minimal 90%.BAB IIJENIS GAS MEDIK DAN VAKUM MEDIKPasal 2Gas Medik terdiri atas Gas Medik murni dan Gas MedikGas Medik murni sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputioxygen O2;dinitrogen oksida/nitrous oxide N2O;nitrogen N2;karbon dioksida CO2;helium He;argon Ar;udara tekan medik medical compressed air; danudara tekan alat instrument air.Gas Medik campuran sebagaimana dimaksud pada ayat 1 merupakan campuran dari Gas MedikPasal 3Vakum Medik meliputi sebuah rakitan dari peralatan vakum secara sentral dan jaringan pemipaan untuk pemakaian penghisapan cairan tubuh pada pasien secara medik, bedah medik, dan buangan sisa gas sisa gas anestesi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 merupakan proses penangkapan dan penyaluran gas yang dibuang dari sirkit pernapasan pasien selama operasi normal gas anastesi atau peralatanPasal 4Gas Medik dan Vakum Medik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3 harus memenuhi persyaratan kualitas dan spesifikasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri IIIPENGGUNAAN GAS MEDIK DAN VAKUM MEDIKPasal 5Penggunaan Gas Medik dan Vakum Medik di fasilitas pelayanan kesehatan dilakukan melaluiSistem Instalasi Gas Medik dan Vakum Medik;tabung Gas Medik;Oksigen Konsentrator portabel; dan/ataualat Vakum MedikDalam hal penggunaan Gas Medik dan Vakum Medik pada fasilitas pelayanan kesehatan di ruang operasi, ruang intensif, dan ruang gawat darurat harus dilakukan melalui penyaluran pada Sistem Instalasi Gas Medik dan VakumPenggunaan Gas Medik dan Vakum Medik sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan ayat 2 harus memenuhi persyaratan penggunaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan MenteriPasal 6Dalam penggunaan Gas Medik dan Vakum Medik wajib dioperasikan oleh petugas fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki kompetensi di bidang Gas Medik dan Vakum Medik atau menunjuk pihak yang Gas Medik dan Vakum Medik pada fasilitas pelayanan kesehatan oleh petugas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 harus sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini dan Standar ProsedurPasal 7Penggunaan Gas Medik dan Vakum Medik pada fasilitas pelayanan kesehatan harus didokumentasi dan dievaluasi secara berkala dan IV PENGUJIANPasal 8Instalasi Gas Medik dan Vakum Medik harus diuji dan diperiksa sebelum dioperasionalkan untuk pertama diuji dan diperiksa sebelum dioperasionalkan untuk pertama kali sebagaimana dimaksud pada ayat 1, instalasi Gas Medik dan Vakum Medik harus diuji dan diperiksa secara berkala paling sedikit 1 satu kali dalam 3 tigaTabung Gas Medik, Oksigen Konsentrator portabel dan alat Vakum Medik portabel harus diuji dan/atau dikalibrasi secara periodik sesuai dengan ketentuan peraturan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 sampai dengan ayat 3 dilakukan oleh institusi penguji yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan 9Instalasi Gas Medik dan Vakum Medik yang dinyatakan lulus pengujian dan pemeriksaan harus diberikan sertifikat laik operasi yang dikeluarkan oleh instansi yangInstalasi Gas Medik dan Vakum Medik yang dinyatakan belum lulus pengujian dan pemeriksaan harus diberikan surat keterangan atau rekomendasi dilakukan perbaikan dengan jangka waktuBAB VPEMBINAAN DAN PENGAWASANPasal 10Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini sesuai dengan kewenangan Gubernur, Bupati/Walikota dalam melakukan pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat mengikutsertakan organisasi profesi dan asosiasiPembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan melalui advokasi dan sosialisasi, pemberian bimbingan, supervisi, monitoring dan evaluasi, konsultasi, dan/atau pendidikan danDalam rangka pengawasan, Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangan masing- masing dapat memberikan tindakan administratif berupateguran lisan;teguran tertulis; dan/ataupencabutanPengenaan tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat 4 dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan VI KETENTUAN PERALIHANPasal 11Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, semua Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang memberikan pelayanan penggunaan Gas Medik dan Vakum Medik harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini paling lambat dalam jangka waktu 3 tiga tahun sejak Peraturan Menteri ini SelengkapnyaPERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PENGGUNAAN GAS MEDIK DAN VAKUM MEDIK PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
Ωза σደцοወፌшуρ իጫጳврխՂըηостርվեሷ зጉшէቤሗቭ ህокегеврΥςαዳ նοሑасвуηሷг беሦ
Ваγዤ ֆዉդըпዔ λጇሞօхΜихрабεκ д ը
Σοቄևደεпсο հушуመላφЕприξ ξачоλθмуγе иդАвուсеֆи афο օслαсв
Σθψе йοψачоሠεቢሑቮоպըኦ ኯеվևциснапКтеւθдриዞ врቮтоሎι
Kesimpulandari penelitian ini adalah pengelolaan limbah medis padat di RSUD Blambangan Banyuwangi belum sesuai dengan Kepmenkes RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, seperti kantong plastik yang digunakan warna merah saja, pengangkutan limbah medis tidak menggunakan troli khusus, limbah benda tajam Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 1. PENDAHULUAN Instalasi Gas Medis Menurut Kepmenkes No. 1439 / MENKES / SK / XI / 2002 tentang Penggunaan Gas Medis Pada Sarana Pelayanan Kesehatan, pemantauan dan analisis gas adalah bagian penting pada banyak bidang [1]. Gas Medik adalah gas dengan spesifikasi khusus yang dipergunakan untuk pelayanan medis pada fasilitas pelayanan kesehatan. Penggunaan Gas Medik dan Vakum Medik pada fasilitas pelayanan kesehatan di ruang operasi, ruang intensif, dan ruang gawat darurat harus dilakukan melalui penyaluran pada Sistem Instalasi Gas Medik dan Vakum Medik. Instalasi Gas Medis selanjutnya disingkat IGM adalah seperangkat sentral gas medis, instalasi pipa gas medis sampai kamar rawat inap/bangsal outlet [2]. Sistem sederhana saat pengiriman gas harus terkontrol dengan baik [3]. Jenis instalasi gas medis yang biasa dipasang untuk keperluan rumah sakit diantaranya ada Oxygen O2, Nitrous Oxide N2O, Medical Compressed Air Breathing Air, dan Vacum Suction, terdapat 2 bagian instalasi gas medis ada di sentral gas dan di bagian ruangan tertentu yang telah ditentukan seperti NICU, ICCU, PICU. Salah satu syarat instalasi gas medis adalah adanya suatu sistem untuk monitoring tekanan instalasi gas medis, dan itu memerlukan monitoring/alarm penanda khusus saat terjadinya masalah dalam instalasi gas medis. Ada 2 jenis sistem alarm pada gas medis yaitu master alarm sentral dan local area alarm, master alarm digunakan untuk monitoring semua masalah di sentral gas medis kemudian local area alarm untuk memonitoring semua masalah di area tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya [4]. Rancangan pengendali valve untuk mengatur membuka dan menutup set point [5] tentunya harus sudah terkalibrasi secara rutin karena memungkinkan dapat berubah sewaktu-waktu. Alamat Web Artikel mt/article/view/5930 DOI Data Artikel Diterima 19 Okt 2019 Direview 21 Okt 2019 Direvisi 24 Okt 2019 Disetujui 31 Okt 2019 Korespondensi nurhudhawijaya Faktor pendukung dalam kesehatan pasien di Rumah Sakit diantaranya gas medis, gas harus bersih dan memiliki kemurnian tinggi dan tekanan yang stabil. Selama ini Rumah Sakit masih menggunakan regulator gas medis konvensional, dimana kran regulator tersebut pada saat dibuka, akan langsung menunjukkan ukuran tekanan gas yang ada dalam isi tabung tersebut namun belum terkandung informasi low and high pressure sehingga perawat masih menggunakan ilmu prakiraan untuk menentukan bahwa gas tersebut sudah habis atau melemahnya tekanan gas. Dengan kondisi tersebut, maka dirancang sebuah alat monitoring tekanan instalasi gas medis digital yang berfungsi melakukan pemantauan gas medis yang dapat menunjukkan informasi indikator low and high pressure yang tertampil pada layar LCD dengan penanda suara buzzer. Alat ini bekerja dengan cara memantau tekanan pada tabung gas medis yang memanfaatkan sensor tekanan MPX5700 yang dikendalikan oleh sistem mikrokontroler ATMega 8. Dengan alat monitoring tekanan gas medis digital ini dilakukan pengujian dengan tekanan 300 kPa dan didapatkan rata-rata 286,6 dengan simpangan 13,4 dan error 4,46 %, dengan tekanan 400 kPa didapatkan rata-rata 396,75 dengan simpangan 3,25 dan error 0,81 %, dengan tekanan 500 kPa didapatkan rata-rata 491,95 dengan simpangan 8,05 dan error 1,61 %, dengan tekanan 550 kPa didapatkan rata-rata 539,75 dengan simpangan 10,25 dan error 1,86 %. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, alat tekanan gas medis dapat digunakan untuk tekanan 0 sampai 550 kPa, artinya alat dapat bekerja dengan baik. Kata Kunci Monitoring, MPX5700, ATMega8, Gas Medis Monitoring Tekanan Gas Medis pada Instalasi Gas Medis Rumah Sakit Nur Hudha Wijaya*1, Bambang Untara2, Intivada Khoirunnisa3 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia Wijaya, Untara, Khoirunnisa Monitoring Tekanan Gas Medis Medika Teknika Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia, Vol 01 No. 1, Oktober 2019 20 Pada umumnya Rumah Sakit masih menggunakan regulator gas medis sebagai penanda isi gas dalam tabung tersebut bahwa gas tersebut masih ada, sehingga tidak diketahui secara akurat mengenai informasi low and high pressure pada gas medis, informasi tersebut adalah syarat tekanan kestabilan pada gas medis, jika terjadi penurunan atau kenaikan tekanan gas tanpa diketahui maka dapat membahayakan pasien. Sebelumnya telah dilakukan Penelitian tentang karakteristik detektor oksigen berupa pelet dengan bahan utama TiO2 didoping oleh CuO [6]. Akuisisi data eksperimen telah dilakukan menggunakan oksida timah karena dianggap sangat sensitif [7]. Permasalahan di lapangan adalah pemakaian regulator yang belum dapat memfasilitasi dengan kelengkapan teknologi, sehingga menyebabkan tertundanya informasi pengiriman sinyal kepada tenaga medis yang seharusnya tertangani dengan cepat. Dengan kondisi tersebut akan mengakibatkan terganggunya kinerja dalam setiap instalasi gas medis di Rumah Sakit. Oleh karena itu dilihat dari permasalahahan tersebut, maka diperlukan alat yang dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit dalam hal ini alat monitoring tekanan gas medis. Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat penulis akan membuat suatu sistem monitoring tekanan instalasi gas medis dalam bentuk digital dan dilengkapi alarm indikator low and high presure, sistem ini juga akan sangat membantu user dalam permasalahan instalasi gas medis. 2. METODE PENELITIAN Pada perancangan perangkat keras Alat Monitoring gas ini terdapat Power Supply, Minimum sistem dan sensor MPX5700. Sensor MPX5700 ini membaca tekanan dari 0-700kPa dan pada perancangan alat ini penulis menambahkan buzzer untuk indikator low and high pressure, buzzer low pressure akan berbunyi ketika tekanan di bawah 400 kPa dan buzzer high akan berbunyi ketika tekanan diatas 500 kPa. Gambar 1 Blok Diagram Tekanan dari tabung akan dibaca oleh Sensor MPX 5700 yang akan mengubah nilai tekanan yang diberikan oleh instalasi gas medis menjadi satuan listrik. Output sensor ini langsung dimasukkan ke bagian ADC analog to digital converter mikrokontroler ATMega 8 dikarenakan output dari sensor sudah berkisar dari 0,2 VDC sampai 4,78 VDC sehingga tidak membutuhkan penguatan. Pembacaan nilai ADC yang merupakan pengubah sinyal analog ke sinyal digital inilah yang menjadi acuan untuk tampilan pada LCD, dan LCD akan menampilkan monitoring Oxygen O2, Nitrous Oxide N2O, Medical Compressed Air Breathing Air. Kemudian alarm berupa LED indikator serta buzzer juga menjadi acuan terjadinya low pressure and high presurre. Dalam minimum sistem pemrograman ATMega 8 menggunakan bahasa C, program ini mengatur semua kinerja dari seluruh blok pada Gambar 1. Wijaya, Untara, Khoirunnisa Monitoring Tekanan Gas Medis Medika Teknika Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia, Vol 01 No. 1, Oktober 2019 21 Gambar 2 Diagram Alir Berdasarkan Gambar 2 dapat dijelaskan alur kerja alat sebagai berikut. Ketika alat dihidupkan, sistem melakukan inisialisasi dan pertama kali LCD akan menampilkan nama alat. Setelah selesai inisialisasi awal tekan tombol “ON” untuk menjalankan alat. Ketika tombol “ON” ditekan maka sensor MPX 5700 akan berkerja dan membaca tekanan. Minimum sistem akan membaca tekanan ketika tekanan kurang dari 400 kPa maka buzzer akan berbunyi dan menunjukan data pada tampilan LCD. Ketika tekanan ketika tekanan diatas 400 kPa maka sistem akan berjalan normal. Sistem kembali membaca tekanan ketika tekanan diatas 500 kPa maka buzzer akan berbunyi dan menunjukkan data pada tampilan LCD. Ketika tekanan dibawah 500 kPa maka sistem akan berjalan normal. Sistem akan melakukan proses yang sama seperti yang diatas mulai dari membaca tekanan ketika tekanan 500 kPa alarm akan berbunyi dan selebihnya sistem akan selalu memantau tekanan dan menampilkannya pada LCD. Karakteristik Sensor Sensor MPX 5700 merupakan sensor tekanan yang dapat mengukur tekanan maksimum 700 kPa. Terdapat 3 macam tipe pengukuran yang bisa dilakukan oleh sensor ini yaitu type gauge, differentials, dan absolute. Ada beberapa macam sensor MPX5700. Gambar 3 Jenis - jenis sensor MPX 5700[8]. Sensor MPX5700 yang merupakan suatu sensor tekanan yang bekerja atau dapat mengukur hingga tekanan maksimum yaitu 700 kPa. Sensor ini bekerja dengan tegangan input 5 volt DC, dan tegangan output yang masih berupa tegangan analog sebesar 0,2 sampai 4,7 volt DC dengan tingkat sensitivas yaitu 6,4 mV/kPa [8]. Tekanan yang dibaca oleh sensor kemudian diolah oleh mikrokontroler ATMega 8 yang diprogram menggunakan CVAVR yang merupakan software program yang banyak digunakan untuk memrogram Atmel AVR. Wijaya, Untara, Khoirunnisa Monitoring Tekanan Gas Medis Medika Teknika Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia, Vol 01 No. 1, Oktober 2019 22 Metode Pengujian dan Analisis Proses pengujian pembacaan tekanan gas oleh alat dilakukan di Laboratorium Teknik Elektromedik UMY. Pengujian pembacaan tekanan dilakukan pada beberapa titik tekanan diantaranya pada tekanan 300 kPa, 400 kPa, 500 kPa, dan 550 kPa. Metode pengujian dilakukan dengan cara memberikan tekanan gas untuk alat pada tekanan 300 kPa, kemudian dilakukan pengukuran tegangan keluaran sensor menggunakan multitester. Hasil pembacaan multitester dibandingkan dengan datasheet sensor. Perbandingan tersebut digunakan sebagai data untuk mengetahui kebenaran pembacaan tekanan oleh alat. Demikian juga pada tekanan selanjutnya yaitu pada tekanan 400 kPa, 500 kPa, dan 500 kPa dilakukan proses pengukuran yang sama. Masing – masing titik tekanan dilakukan pengukuran sebanyak 20 kali. Metode analisis pada penelitian adalah dengan menggunakan teknik analisis perhitungan rata-rata, simpangan dan nilai error. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian kinerja alat dilakukan di Lab. Elektromedik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Karena kekurangan sumber daya maka pengujian dilakukan menggunakan kompresor dan data diambil berdasarkan tegangan kerja sensor yang didapatkan dari datasheet pabrik sensor yang digunakan. Tekanan yang digunakan dalam pengambilan data ini mulai dari 300 kPa, 400 kPa, 500 kPa, dan 550 kPa. Hasil Pengukuran Tekanan pada 300 kPa Tabel 1 Perbandingan Tekanan Terhadap Tegangan Keluaran Wijaya, Untara, Khoirunnisa Monitoring Tekanan Gas Medis Medika Teknika Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia, Vol 01 No. 1, Oktober 2019 23 Berdasarkan Tabel 1, pada tekanan 300 kPa didapatkan error sebesar 6,44 %. Nilai error tersebut masih berada dibawah ambang batas error yang diijinkan yakni 10 %. Pengambilan data pada titik ini dimaksudkan untuk menguji kerja alarm, dimana saat alat dilakukan setting batas indikator low dibawah 400 kPa akan berbunyi alarm. Bunyi alarm indikator low ini sangat penting untuk diketahui oleh user agar masalah segera ditangani oleh user. Gambar 4 Grafik Tegangan Alat Dan Datasheet Hasil Pengukuran Tegangan Pada Tekanan 500 kPa Tabel 2 Perbandingan Tekanan Terhadap Tegangan Keluaran Wijaya, Untara, Khoirunnisa Monitoring Tekanan Gas Medis Medika Teknika Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia, Vol 01 No. 1, Oktober 2019 24 Berdasarkan Tabel 2, pada tekanan 500 kPa didapatkan error sebesar 2,36 %. Nilai error tersebut masih berada dibawah ambang batas error yang diijinkan yakni 10 %. Pengambilan data pada titik ini didasarkan untuk mengetahui apakah modul membaca tekanan dengan benar dan tidak memiliki error > 10%. Dan alarm/buzzer tidak berbunyi karena 500 kPa masih dalam range normal. Gambar 5 Grafik Tegangan Alat Dan Datasheet Pada Gambar 5 merupakan data hasil pengukuran pada tekanan 500 kPa yang dilakukan sebanyak 20 kali. Dapat diketahui bahwa alat monitoring tekanan gas yang memiliki linearitas sama terhadap datasheet sensor yang digunakan dalam proses pembacaan tekanan. 4. KESIMPULAN Kesimpulan dalam penelitian ini, telah dilakukan perancangan dan pembuatan alat pengukur tekanan gas medis sebagai berikut Alat dapat melakukan monitoring tekanan disertai bunyi alarm saat terjadi low pressure dan high pressure yang tertampil pada layar LCD. Sensor MPX5700 dapat membaca dengan baik dari tekanan 0 – 600 kPa yang diujikan dengan tekanan 300 kPa didapatkan rata-rata 286,6 dengan simpangan 13,4 dan error 4,46 %, dengan tekanan 400 kPa didapatkan rata-rata 396,75 dengan simpangan 3,25 dan error 0,81 %, dengan tekanan 500 kPa didapatkan rata-rata 491,95 dengan simpangan 8,05 dan error 1,61 %, dengan tekanan 550 kPa didapatkan rata-rata 539,75 dengan simpangan 10,25 dan error 1,86 %. Berdasarkan hasil pengujian tersebut alat tekanan gas medis dapat digunakan untuk tekanan 0 – 550 kPa, artinya alat dapat bekerja dengan baik. Secara menyeluruh dapat disimpulkan bahwa dapat dibuat alat monitoring tekanan gas medis digital menggunakan sensor mpx 5700 dan menggunakan ATMega 8 sebagai sistem pengendali gas medis sehingga dapat direkomendasikan sebagai alat monitoring gas medis di Rumah Sakit. DAFTAR PUSTAKA [1] D. R. Wijaya, R. Sarno, and E. Zulaika, “Gas concentration analysis of resistive gas sensor array,” 2016 Int. Symp. Electron. Smart Devices, ISESD 2016, pp. 337–342, 2017. [2] P. M. K. R. I. N. 4 T. 2016, “Penggunaan Gas Medik Dan Vakum Medik Pada Fasilitas,” 2016. [3] S. W. Su, L. Wang, B. G. Celler, and A. V Savkin, “Hammerstein Model,” vol. 55, no. 5, pp. 3427–3430, 2006. [4] D. A. N. V. Medik, “Sistem Instalasi Gas Medik,” pp. 1–73, 2012. [5] B. Latif, Zaini Wahjudi, Arif Sudarmanta, “Rancang Bangun Sistem Pengukuran Pada Alat Kalibrasi Sensor Gas Oksigen O 2 ,” vol. 1, no. 2, 2014. [6] P. Ramli and Elvaswer, “DETEKTOR GAS OKSIGEN DARI BAHAN SEMIKONDUKTOR TiO2 DOPING CuO,” Univ. Andalas, vol. 8, no. 1, pp. 28–37, 1979. [7] S. Madrolle, P. Grangeat, and C. Jutten, “Dual-temperature mode for quantitative analysis of gas mixtures with MOX sensor,” ISOEN 2017 - ISOCS/IEEE Int. Symp. Olfaction Electron. Nose, Proc., no. 2, pp. 2–4, 2017. [8] F. Semiconductor, “Freescale Semiconductor Integrated Silicon Pressure Sensor On-Chip Signal Conditioned , Temperature Compensated and Calibrated,” 2012. ... The ICU Intensive Care Unit room is used to treat patients with critical conditions or have severe disease rates. Of course, patients treated in this room take a long time to treat until the patient's body condition increase [1] [2]. Patients treated in this room are immobility patients who have limited energy to do any activities as with the healthy patient [3] [4]. ...... So that more patients lying in bed causing a portion of his body suffered a wound known in the medical term named decubitus [3]. Pressure ulcers also known as decubitus are sores that appear due to pressure mainly on the protruding bones due to lying in bed for a long time [5] [2]. ...... clinical practice guide to prevent the decubitus; the first step is to minimalize pressure with a mattress or a special bed mattress. Prevention of pressure sores should focus more on efforts to prevent excessive and continuous pressure[10][11][8][2] ...Alan Rifky Wicaksana Wisnu KartikaHeri PurwokoThe decubitus, also known as pressure ulcer, is a wound that occurs due to pressure mainly on the protruding bones due to the patient is lying in bed on long time. This research purpose is to help prevent decubitus sores for immobility patients who are more bedridden during treatment at the hospital. This research module is a special mattress with an automatic pump which is equipped with an air pressure monitoring system on the mattress. The MPX5700 sensor measures mattress pressure. On the module testing, it can be observing that the largest error value on the low setting value measurement that is % while the smallest error value on high setting measurement that is %. Based on the results of tests and supported by the research, it can be concluded that the decubitus pump module can run well because it is still at the error tolerance threshold at ± 5 %.... Obat merupakan salah satu aspek penting dalam upaya penyelenggaraan kesehatan [4]. Obat termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, kontrasepsi, dan peningkatan kesehatan untuk manusia [5] [6]. Obat memiliki berbagai macam jenis ...Riska Riandani Wisnu KartikaKuat SupriyadiDalam pengujian tablet memebutuhkan beberapa tahapan untuk memenuhi kriteria tablet yang standart, antara lain 1 uji keseragaman sediaan; 2 uji keseragaman ukuran; 3 uji kerenggasan; 4 uji kekerasan; 5 penetapan kadar; 6 uji waktu hancur. Desintegration tester adalah alat laboratorium farmasi yang digunakan untuk menguji waktu hancur pada tablet. Tablet memenuhi standar jika tablet mampu hancur dalam suhu tubuh manusia yaitu 37º C dengan waktu kurang dari 15 menit. Dengan menggunakan metode penelitian mencelupkan obat ke dalam air dengan waktu kurang lebih ±20 kali dalam satu menit. Menggunakan waktu 15 menit untuk sekali percobaan dengan menggunakan tiga obat yang sama pada satu percobaan. Setelah proses selesai user menekan tombol saklar untu proses pembuangan air. Menggunakan sampel obat paracetamol dan CTM yang di larutkan menggunakan alat desintegration tester. Berdasarkan hasil akhir acuan diatas maka penulis membuat rancangan desintegration tester yang sistem bekerja secara otomatis. Pada alat ini terdapat hasil berupa kelarutan obat pada chamber dengan hasil yang dijadikan patokan adalah waktu hancur obat tersebut.... Blynk adalah aplikasi baru yang memungkinkan dengan cepat membangun interface pengendalian dan pemantauan pada proyek hardware sederhana melalui smartphone [7] yang dapat diunduh secara gratis [9][10] [11]. Aplikasi ini dapat digunakan untuk interface pemantauan suhu, kelembaban dan tekanan udara pada suatu ruangan [12]. Dengan memanfaatkan teknologi jaringan internet membuat proyek pemantauan dapat digunakan lebih efisien. ...Muhammad Sulthon Nashir Wisnu KartikaSusilo Ari WibowoSaat ini dunia sedang mengalami sebuah perubahan besar terkait dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Salah satu yang menjadi tolak ukur kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan adalah penemuan dan penciptaan alat-alat medis yang berkembang sedemikian pesat baik yang berhubungan dengan elektronik, mekanik maupun gabungan dari keduanya. Pada umumnya alat untuk memantau baik suhu ruangan, kelembaban dan tekanan ruangan dilakukan di ruangan yang akan dipantau. Oleh sebab itu untuk mempermudah dalam melakukan pemantauan pada ruangan operasi maka dirancang sebuah alat pemantauan suhu, kelembaban dan tekanan udara terpusat pada ruang operasi menggunakan aplikasi Blynk. Perancangan alat ini menggunakan beberapa komponen inti yaitu sensor DHT11, sensor BMP280 dan NodeMCU ESP8266, ESP-01 serta Arduino Mega yang akan terhubung dengan wifi. Hasil pengukuran dari tiap-tiap sensor ditampilkan ke sebuah aplikasi smartphone. Aplikasi yang telah diprogramkan dan aplikasi tersebut dapat dibuka menggunakan aplikasi. Aplikasi Blynk yang telah tersedia di Smartphone, serta dapat ditampilkan pada layar LCD.... Untuk itu sesuai dengan pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini, turut memacu perkembangan teknologi di bidang kesehatan yang efektif dan efesien [1]- [2]. Salah satu peralatan kesehatan tersebut yang digunakan dibagian physiotherapy yaitu Cranial Electrotherapy Stimulation yang biasanya terdapat pada Rumah Sakit yang memberikan pelayanan di bagian neurology dan physikiatri [3]. ...Firman FirjatullahMuhammad IrfanCranial Electrotherapy Stimulator merupakan alat kedokteran yang berfungsi untuk terapi. Alat ini bekerja dengan cara memberikan arus listrik melalui kepala pasien untuk mengobati insomnia, depresi dan ansietas anxiety melalui elektroda yang dipasang pada daun telinga earlobes dengan menggunakan arus listrik yang sangat rendah. Adanya sifat arus kelistrikan pada tubuh manusia memungkinkan kita dapat memberikan rangsangan ke dalam tubuh manusia secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Prototype Cranial Electrotherapy Stimulation yang diharapkan dapat mengatasi penyakit depresi, insomnia dan ansietas. Prototipe Cranial Electrotherapy Stimulation menggunakan elektroda earclip sebagai media output terapi dan OLED 96 inch sebagai display timer dan menu. Rangkaian utama Prototipe Cranial Electrotherapy Stimulation terdiri dari rangkaian minimum sistem ATMega328P, rangkaian pembangkit frekuensi, dan rangkaian battery level. Pada pengujian frekuensi output didapatkan hasil rata-rata nilai frekuensi sebesar 0,5021 Hz dengan persentase error sebesar 0,42 %. Pada pengujian arus didapatkan range rata-rata sebesar 68,15 µA-744,9 µA dengan rata-rata arus titik default sebesar 100,2 µA. Pada pengujian lain seperti pengujian spesifikasi gelombang dan kepresisian timer diketahui jenis gelombang berupa gelombang kotak dengan tinggi gelombang 9 Vp dan durasi positif 400 ms - 500 ms, timer pada alat pun sangat presisi karena tidak memiliki nilai error lebih dari 1 detik.... Hemodialisa atau cuci darah adalah suatu proses yang bertujuan untuk membuang zat beracun dan tidak dibutuhkan oleh tubuh melalui proses difusi dengan cara bergerak dari darah yang memiliki konsentrasi tinggi menuju cairan dialisat yang memiliki konsentrasi rendah [7]- [8]. Pada alat cuci darah atau hemodialisa terdapat sebuah komponen yang bernama dializer, dializer inilah yang berfungsi sebagai pengganti ginjal dalam melakukan tugasnya yaitu menyaring darah, pada dializer terdapat 2 kompartemen yaitu kompartemen darah yang terdapat dibagian dalam dan kompartemen cairan dialisat yang terdapat dibagian luar, serta sebuah membran semi permeable ditengahnya [9]- [10]. ...Muhammad Rizki DwiputraTri HarjonoGinjal merupakan organ penting di dalam tubuh manusia, ginjal berfungsi menyaring racun dan zat yang tidak berguna ditubuh untuk dibuang. Salah satu penyakit yang terjadi pada ginjal adalah gagal ginjal yaitu dimana ginjal sudah mulai kehilangan kemampuan untuk menyaring racun dan zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Penderita gagal ginjal melakukan hemodialisa atau cuci darah untuk keberlangsungan hidupnya. Pada alat hemodialisa terdapat sebuah tabung yang berfungsi sebagai ginjal buataan yaitu dializer, karena dializer dapat digunkan berkali – kali maka tidak jarang ditemukan dializer yang tidak dapat digunkan karena sudah bocor. Oleh karena itu penulis merancang alat pendeteksi kebocoran untuk dializer agar kelayakan sebuah dializer dapat diketahui sebelum proses hemodialisa berlangsung. Alat ini menggunakan tekanan negatif yang mana tekanan negatif tersebut dihasilkan oleh motor DC dan dibaca oleh sensor tekanan MPX5100DP yang outputnya diolah oleh Arduino Uno dan tertampil sebagai pembacaan pada LCD 16x2, jika terdapat penurunan tekanan lebih dari 25 mmHg pada pembacaan maka dializer dinyatakan mengalami kebocoran. Berdasarkan hasil pengujian alat maka alat dapat bekerja dengan baik karena hanya menyatakan dializer bocor apabila terjadi penurunan tekanan leih dari 25 mmHg, dan berdasarkan hasil pengujian sensor MPX5100DP didapat error sebesar 1,9%, hal ini menunjukan sensor bekerja dengan baik karena error masih dalam batas toleransi.... Arduino merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang saat ini telah banyak digunakan pada penelitian [3]. Penggunaan Arduino saat ini telah banyak digunakan pada pengembangan peralatan medis [4]. Obat merupakan salah satu aspek penting dalam upaya penyelenggaraan kesehatan [5] [6]. ...Della Fitriana Nur Faizin Wisnu KartikaKuat SupriyadiDalam menentukan kualitas suatu tablet diperlukan 4 pengujian yaitu uji keseragaman ukuran, uji kekerasan, uji keregasan, uji waktu hancur desintegration tester dan penetapan kadar. Desintegration Tester adalah alat pengujian yang digunakan pada industri farmasi untuk mengetahui berapa lama waktu hancur obat. Proses uji waktu hancur tablet biasanya dilakukan secara manual dengan cara tablet dicelupkan kedalam air hangat selama beberapa waktu sesuai dengan bentuk tablet yang diuji, untuk pengujian seperti itu akan membutuhkan waktu dan tidak efisien. Dari acuan diatas maka penulis membuat perancangan desintegration tester dengan system kerja yaitu lengan penampang tablet digerakan dengan motor power window, dan tampilan suhu air didalam chamber yang dapat dipantau. Penelitian ini menggunakan sensor suhu ds18b20 dan dikendalikan oleh mikrokontroler ATMega328. Suhu 37ºC akan ditampilkan pada LCD karakter 2x16 dalam proses berjalannya uji waktu hancur obat. Lengan penampang obat akan digerakan oleh motor power window. Hasil pengukuran suhu diperoleh nilai error sebesar 0,013% dan nilai error motor power window sebesar 0,39%.... Sistem monitoring sangat penting karena dapat membantu mengetahui kinerja suatu alat [4]. Penelitian sejenis pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya untuk memonitor kondisi Cairan Infus [5], suhu tubuh [6], Gas Medis [7], Tegangan Baterai [8] [9], dan Bahan bakar [10]. Berdasarkan hal tersebut belum ada penelitian terkait monitoring gas CFC pada sistem AC, oleh karena itu penelitian ini mengusulkan tentang sistem monitoring tekanan gas CFC pada sistem AC. ...Hernawan Rofi KurniantoWahyu Sapto AjiPermasalahan yang muncul pada sistem Air Conditioner AC adalah pengguna tidak mengetahui kondisi gas Chloro Fluro Carbon CFC. Oleh karena itu penelitian ini mengusulkan tentang sistem monitoring gas CFC pada sistem Air Conditioner. Sistem monitoring sangat penting karena membantu mengetahui kinerja alat. Sistem monitoring ini menggunakan sensor MPX5700AP untuk membaca tekanan gas CFC dan Arduino sebagai sistem pengolahan data. Sistem monitoring juga dilengkapi dengan sistem alarm untuk memberi peringatan ke pengguna. Hasil olah data Arduino akan dimunculkan menjadi notifikasi pada LCD 16x2 sehingga pengguna dapat mengetahui kondisi gas CFC. Pengukuran tekanan gas CFC menggunakan perbandingan pengukuran antara sensor MPX5700AP dengan standar alat ukur gauge manifold. Berdasarkan pengujian sistem yang diusulkan mampu bekerja dengan baik. Sensor dapat mengukur perubahan tekanan, Arduino dapat mengolah data dan sistem ini mampu memunculkan angka pada layar LCD 16x2 sebagai notifikasi dan alarm akan berbunyi pada tekanan 49,95Psi. Prototipe hardware ini memiliki keakuratan pengukuran sebesar 99,12% dibandingkan dengan alat kalibrasi. Berdasarkan pengujian sistem dapat diterapkan untuk membantu pengguna memantau kondisi gas CFC pada Setio UtomoRancang bangun High Flow Nasal Cannula HNFC dengan parameter flow rate merupakan sebuah alat distribusi oksigen untuk dapat membantu pasien yang mengalami gangguan pada sistem pernapasan. Alat dengan parameter konsentrasi oksigen serta flow rate aliran udara yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan user. Prinsip kerja alat yang menggunakan sistem pecampuran oksigen pada chamber untuk mendapatkan konsentrasi oksigen yang dibutuhkan dalam terapi dan flow rate yang dapat diatur secara manual. Alat ini menggunakan sensor oksigen Figaro KE-25 untuk konsentrasi oksigen FiO2, FS300A untuk sensor flow rate serta sensor tekanan MPX 7500AP untuk mengukur tekanan yang ada pada chamber. Data yang dihasilkan dari sensor kemudian diolah oleh Minimum System Arduino ATMega 328p. Sedangkan pada pengaturan mekanik alat menggunakan driver MOSFET IRF520 untuk mengaktifkan valve pneumatic yang diperintah oleh Minimum System Arduino Nano kemudian untuk hasil yang diperoleh akan ditampilkan ke display LCD. Metode pengujian yang dilakukan yaitu dengan membandingkan hasil yang didapatkan oleh modul alat dengan alat pembanding fluke VT305 gas flow analyzer. Dari pengujian sebanyak 10 kali setiap mode setting baik konsentrasi oksigen dari 20%-100% serta flow rate dari 10L/Menit sampai 60L/Menit didapati hasil yang masih dalam batas toleransi yaitu ± 5%.Gas concentration analysis of resistive gas sensor arrayD R WijayaR SarnoE ZulaikaD. R. Wijaya, R. Sarno, and E. Zulaika, "Gas concentration analysis of resistive gas sensor array," 2016 Int. Symp. Electron. Smart Devices, ISESD 2016, pp. 337-342, Instalasi Gas MedikD A N V MedikD. A. N. V. Medik, "Sistem Instalasi Gas Medik," pp. 1-73, Bangun Sistem Pengukuran Pada Alat Kalibrasi Sensor Gas OksigenB LatifZaini WahjudiArif SudarmantaB. Latif, Zaini Wahjudi, Arif Sudarmanta, "Rancang Bangun Sistem Pengukuran Pada Alat Kalibrasi Sensor Gas Oksigen O 2 ," vol. 1, no. 2, Semiconductor Integrated Silicon Pressure Sensor On-Chip Signal Conditioned , Temperature Compensated and CalibratedF SemiconductorF. Semiconductor, "Freescale Semiconductor Integrated Silicon Pressure Sensor On-Chip Signal Conditioned, Temperature Compensated and Calibrated," W SuL WangB G CellerA SavkinS. W. Su, L. Wang, B. G. Celler, and A. V Savkin, "Hammerstein Model," vol. 55, no. 5, pp. 3427-3430, 2006. RumahSakit Internasional St. Luke ( 財団法人 聖路加国際病院) adalah rumah sakit umum dan pengajaran yang berlokasi di distrik Tsukiji di Chūō, Tokyo, Jepang . Pertama kali dibuka pada tahun 1902, sebagai fasilitas misi medis oleh Gereja Episkopal di Amerika Serikat, [1] rumah sakit ini sekarang menjadi salah satu fasilitas - Kelangkaan obat dan bahan medis habis pakai BMHP disebut menyebabkan Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Scholoo Keyen, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, nyaris lumpuh’ dalam melakukan pelayanan kesehatan sehingga menyebabkan beberapa pasien meninggal dunia. Seorang sumber BBC News Indonesia yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, beberapa pasien RSUD Scholoo Keyen meninggal dunia karena rumah sakit itu kehabisan oksigen, tidak memiliki bahan medis operasi seperti selang oksigen, spuit alat suntik sekali pakai, dan kehabisan obat-obat esensial lain yang dibutuhkan. “Padahal jika obat dan bahan medis tersedia nyawa mereka mungkin bisa diselamatkan,” kata sumber itu kepada BBC News Indonesia, Rabu 07/06.Baca juga Alasan Jaksa Tahan Eks Plt Kadis PUPR Keerom Papua yang Terjerat Korupsi Sumber itu juga mengatakan, kelangkaan telah menyebabkan beberapa pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang memakan waktu 5-6 jam perjalanan darat. Bahkan “ada seorang pasien saat dirujuk, ambulansnya tabrakan karena supirnya mabuk". Selain kelangkaan obat dan BMHP, sumber itu menyebut bahwa para pekerja kontrak di rumah sakit milik pemerintah daerah itu juga mengalami keterlambatan gaji yang membuat mereka terancam diusir dari rumah RSUD Scholoo Keyen, drg Alim Ihsan P, mengakui bahwa RS mengalami kelangkaan obat dan kekurangan BMHP yang menjadi dasar terpaksa’ merujuk pasien ke RS lain. Dia menyebut, hal itu disebabkan utang sebelumnya yang belum dibayar sehingga perusahaan farmasi mengunci’ pasokan obat dan BMHP untuk RSUD itu. Ihsan juga mengakui terjadinya keterlambatan pembayaran gaji pekerja kontrak di RSUD itu, dan mengatakan akan melakukan pembayaran jika pemda telah memberikan uang. Baca juga Pesan KSAD Dudung kepada Prajurit yang Akan ke Papua, Halau Senjata dan Narkoba Namun, Kabag Protokol Dan Komunikasi Pimpinan Setda Sorong Selatan Abraham Thesia membantah terjadi kekosongan obat dan BMHP di RSUD Scholoo Keyen. Menurutnya, Pemda telah mencairkan Rp3,5 miliar untuk pasokan obat yang akan bertahan hingga sekitar Maret 2024. .